Sungguh langka perempuan mahir di bidang ini, padahal digaji besar

Reporter : Fauzan Jamaludin | Jumat, 7 Agustus 2015 20:02
Sungguh langka perempuan mahir di bidang ini, padahal digaji besar
Co-CEO PT Thinksmart Ide Brajendra. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Belum ada data yang spesifik menganalisa berapa banyak jumlah perempuan di dunia yang berprofesi sebagai developer IT apalagi di Indonesia. Namun, berdasarkan pendapat dari beberapa bos startup di Indonesia, jumlahnya masih terlalu sedikit ketimbang laki-laki. Padahal, saat ini developer IT merupakan posisi yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Tidak memperhatikan laki-laki dan perempuan.

Menurut Co-CEO PT Thinksmart Ide Brajendra (Think.Web), Anantya, developer IT perempuan juga tak kalah hebatnya dengan laki-laki. Dia beralasan itu lantaran di perusahaan yang dipimpinnya pun memiliki satu orang developer IT perempuan. Bahkan Anantya berujar jika membahas soal kualitas, cenderung perempuan lebih unggul di perusahaannya.

"Ini mungkin karena sudah menjadi sifat perempuan ya sehingga menurut saya pribadi yang juga punya developer perempuan, perempuan itu lebih teliti. Ini hanya dari perusahaan saya saja. Belum tahu kalau di perusahaan lain," ujarnya kepada Merdeka.com, Jumat (7/8).

Dia melanjutkan, tak hanya dari segi ketelitian saja yang menjadi keunggulan developer perempuan, melainkan cara mencari jalan keluar permasalahan saat ada masalah dalam programming-nya. Sehingga, kata dia, bukan hal yang mustahil manakala suatu saat jumlah developer perempuan akan sama dengan laki-laki.

Hal yang senada juga diutarakan oleh Nuniek Tirta Ardianto, Founder #StartupLokal yang mengatakan bahwa jumlah perempuan dan laki-laki untuk sama menjadi developer IT bisa saja itu terjadi, namun lambat pertumbuhannya. Ia mencontohkan pula jumlah para politisi yang notabene sejak dulu ada, jumlah laki-laki dan perempuannya pun masih terjadi perbedaan, apalagi teknologi yang ibaratnya masih baru.

"Hal itu bisa terjadi kok, tapi lambat. Kalau melihat dari sisi lain, khusus untuk founder startup perempuan di dunia itu jumlahnya baru 20 persen saja. Coba bayangkan. Artinya kan memang masih sedikit dan sebetulnya bisa," ucapnya.

Baca juga:
Seekmi.com berambisi jadi 'Tokopedia' jasa layanan
Ideafest 2015 digelar hari ini di Jakarta Convention Center
Ramai-ramai bermimpi Indonesia punya Silicon Valley
Kompetisi 'The NextDev' siap jaring developer muda Indonesia
Menkominfo saksikan peresmian kerjasama Liga Digital 2015

[bbo]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE