Saat dokter bertekad membuat startup digital

Jumat, 21 April 2017 17:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Founder startup Roo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Lazimnya orang menganggap seorang dokter akan bekerja sesuai dengan bidang keilmuan yang digeluti. Namun, pada kenyataannya tidak melulu seperti itu. Contohnya, seorang dokter bernama Bagas Adhimurda Marsudi.

Dia ternyata memilih banting setir tak melakoni keilmuannya sebagaimana umumnya lulusan kedokteran. Justru dia, memilih membuat perusahaan rintisan digital.

Meski begitu, startup yang dia bangun masih bersentuhan dengan keilmuannya. Nama layanannya itu adalah Roo!. Sederhananya, Roo! ini merupakan platform di mana tujuannya bisa membantu orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak.

Tak hanya itu, orang tua juga bisa mengetahui kapan dan berapa kali imunisasi dilakukan berdasarkan data yang tersedia.

Ide tersebut berangkat dari pengalamannya kala menangani pasien yang kebetulan adalah anak-anak. Saat itu dia menemukan orangtua yang kesulitan mencari informasi yang valid untuk kesehatan anak. Tak jarang, dari para orang tua mendapati informasi-informasi dari internet yang cenderung melebih-lebihkan.

"Sering kali yang menjadi permasalahan adalah orangtua yang kurang memiliki sumber informasi kredibel mengenai masalah kesehatan anak. Para orangtua sudah berusaha mencari informasi melalui internet, namun hasilnya justru menimbulkan ketakutan," kata dia.

Maka itu, melalui Roo! dia memberikan beragam informasi mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak berupa artikel. Artikel ini pun tak main-main, informasi yang ditulis berasal dari dokter-dokter terpercaya sehingga tidak akan ada keraguan lagi masalah informasi. Apalagi, platform yang dibesutnya itu menyediakan fitur yang bisa memantau kondisi kesehatan dan perkembangan anak.

"Nah, di dalam Roo! itu ada artikel yang dikategorikan sesuai dengan kebutuhan orangtua dan juga tools buat mereka memantau tumbuh kembang anaknya, jadi orangtua tahu apa yang harus dilakukan dan diperhatikan dari sang anak," jelas lulusan Universitas Gadjah Mada ini melalui keterangan resminya, Jumat (21/4).

Saat ini, Bagas mengaku tengah fokus dalam pengembangan pemasarannya. Sebelum adanya, Gerakan Nasional 1.000 startup, dia lebih dulu membangun yang akhirnya bergabung dalam gerakan tersebut.

"Sebenarnya banyak startup lain di luar sana yang memiliki potensi besar namun belum diketahui. Semoga Roo! bersama startup Indonesia lainnya bisa semakin berkembang dan menjadi manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya. [idc]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.