Advertisement
Titanoboa merupakan jenis ular dengan berat yang jauh melebihi spesies yang masih hidup pada masa sekarang. Hewan purba ini, bisa berkembang hingga memiliki berat sekitar 1.135 kg.
Dengan berat seperti itu, maka bisa dikatakan Titanoboa punya berat serupa dengan kuda nil atau bison amerika. Titanoboa juga dapat tumbuh dengan panjang hingga 13 meter.
Mengutip ScienceAlert, Rabu (10/7), walaupun tidak ada catatan langsung, Titanoboa diduga merupakan predator karnivora, seperti ular lain, yang memangsa ikan besar, ordo buaya, dan bahkan mamalia purba, mangsa-mangsa yang jauh lebih besar daripada mangsa ular modern.
Titanoboa, seperti ular lainnya, memiliki indera penciuman yang tajam. Namun, ia mengandalkan lidahnya untuk "mencicipi" udara, yang memungkinkannya mendeteksi isyarat kimia dan melacak mangsa.
Kemampuan ini, dipadukan dengan ukurannya yang besar dan tubuhnya yang kuat, menjadikan Titanoboa sebagai predator tangguh di lingkungan purbanya.
Titanoboa masuk dalam famili Boidae, keluarga ular tidak berbisa yang ditemukan secara utama di Benua Amerika. Ular Boidae membunuh mangsanya dengan cara melakukan lilitan.
Lantas, hewan mana yang bisa menyaingi Titanoboa?
Berdasarkan beberapa catatan baik jurnal maupun video, kemungkinan besar musuh ular terbesar di zaman purba adalah Tyrannosaurus Rex.
Meskipun mereka hidup pada periode waktu berbeda dan di benua berbeda. Namun, jika keduanya bertemu, besar kemungkinan akan bertarung.
Sayangnya, hasil pertarungan hipotetis mereka akan sulit diprediksi.
Ukuran Titanoboa yang sangat besar dan kemampuannya akan menjadi ancaman yang signifikan bagi T-Rex.
Advertisement
Sementara gigitan dan ketangkasan T-Rex yang kuat juga bisa sangat hebat.
Hasil pastinya akan bergantung pada berbagai faktor, seperti keadaan spesifik saat pertemuan tersebut serta kekuatan dan kelemahan relatif dari masing-masing predator.