Dulunya Hewan-hewan ini Berdarah Dingin, Tapi Berubah Berdarah Panas saat 180 Juta Tahun Lalu

Semuanya berubah saat terjadi perubahan iklim. Mereka "bermetamorfosis" menjadi hewan berdarah panas.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Dulunya Hewan-hewan ini Berdarah Dingin, Tapi Berubah Berdarah Panas saat 180 Juta Tahun Lalu
Dulunya Hewan-hewan ini Berdarah Dingin, Tapi Berubah Berdarah Panas saat 180 Juta Tahun Lalu (Merdeka.com)

Semuanya berubah saat terjadi perubahan iklim. Mereka "bermetamorfosis" menjadi hewan berdarah panas. 

Semua binatang mamalia dan burung yang saat ini hidup memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri sehingga disebut sebagai makhluk berdarah panas.
 
Hal itu berbeda dengan reptil, serangga, cacing, ikan, amfibi, dan reptil yang membutuhkan sinar Matahari untuk menghangatkan tubuhnya sehingga disebut sebagai makhluk berdarah dingin.

Pada awal abad ke-20, dinosaurus dianggap sebagai hewan yang "berdarah dingin" seperti reptil modern. 

Penemuan yang lebih baru menunjukkan bahwa beberapa jenis dinosaurus beradaptasi sehingga bisa menghasilkan panas tubuh mereka sendiri, meskipun saat itu belum diketahui kapan perubahan tersebut terjadi.

Terkini, studi baru yang disusun oleh para ahli dari University College London (UCL) dan Universitas Vigo yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology menemukan bahwa adaptasi pengaturan suhu tubuh tersebut terjadi sekitar 180 juta tahun yang lalu, seperti dikutip dari Indy100, ScienceDaily, dan BBC, Selasa (21/5).

Para ahli mempelajari 1.000 fosil dan berbagai model iklim dari seluruh rentang Era Mesozoikum, yaitu waktu kehidupan dinosaurus di Bumi, yang berlangsung dari 230 hingga 66 juta tahun yang lalu. Para ahli juga mempelajari geografi dari rentang waktu ini,
 
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa dinosaurus theropoda (seperti Trex dan Velociraptor) dan ornithischia (seperti Stegosaurus dan Triceratops), berpindah ke lingkungan yang lebih dingin selama zaman Jura Awal.

Perpindahan tersebut bisa jadi membuat dinosaurus-dinosaurus tersebut mengembangkan endortermi, yaitu kemampuan untuk menghasilkan panas secara internal.
 
Penelitian sebelumnya juga telah menemukan sifat-sifat yang terkait dengan darah panas di antara ornithischia dan theropoda, dengan beberapa di antaranya diketahui memiliki bulu atau protobulu, yang berfungsi sebagai insulasi panas internal.

“Analisis kami menunjukkan bahwa preferensi iklim yang berbeda muncul di antara kelompok-kelompok dinosaurus utama sekitar waktu peristiwa Jenkyns 183 juta tahun yang lalu, ketika aktivitas gunung berapi yang intens menyebabkan pemanasan global dan kepunahan kelompok tanaman,” ucap Dr. Alfio Alessandro Chiarenza, salah satu penulis dalam penelitian ini.
 
Peristiwa Jenkyns terjadi setelah lava dan gas vulkanik meletus dari celah panjang di permukaan Bumi hingga menutupi sebagian besar wilayah Bumi

Chiarenza mengatakan bahwa kehadiran endotermi dapat memungkinkan theropoda dan ornithischia untuk berkembang di lingkungan yang lebih dingin sehingga mereka dapat sangat aktif dan mempertahankan aktivitas dalam waktu yang lebih lama, untuk berkembang dan tumbuh lebih cepat serta menghasilkan lebih banyak keturunan.
 
“Theropoda juga termasuk burung dan penelitian kami menunjukkan bahwa pengaturan suhu burung yang unik mungkin berasal dari zaman Jura Awal,” jelas Dr. Sara Varela, penulis lain dalam studi ini.

Kelompok dinosaurus lain, yaitu sauropoda (seperti Brontosaurus), tidak melakakukan pindah lokasi dan tetap berada di bagian Bumi yang lebih hangat.

Rekomendasi