Sedang Mengamati Arus Bawah Laut, Ilmuwan Kaget Temukan Gunung Berapi Kuno yang Mematikan

Para ilmuwan kaget dibuat ada penemuan gunung sehebat ini.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sedang Mengamati Arus Bawah Laut, Ilmuwan Kaget Temukan Gunung Berapi Kuno yang Mematikan
Gunung Berapi Bawah Laut Ini Punya Tekanan Arus Terkuat di Dunia, Ilmuwan sebut Sangat Mematikan (© AI Image/Getimg.ai app)

Sebuah pegunungan kuno yang tersembunyi di dalam lautan dengan tekanan paling mematikan di dunia ditemukan oleh para peneliti. 

Penemuan ini didapatkan oleh peneliti dari Badan Pemerintah Australia dan  Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (ISRO), yang sedang melakukan pelayaran di Samudera Selatan. 

Pada penelitian tersebut mereka sedang mengamati arus panas yang mengalir ke benua Australia melalui permukaan air laut. 

Dok. Istimewa
© AI Image/Getimg.ai Apps

Namun, ketika mereka sedang mengawasi wilayah sebelah barat Pulau Macquarie peneliti menemukan pegunungan di bawah laut.

Pegunungan bawah laut tersebut terletak  di sekitar 13.100 kaki di bawah permukaan air antara wilayah Tasmania dan Antartika, yang dikepung oleh arus yang sangat kuat.

Gunung tersebut diidentifikasi oleh ahli geofisika SIRO, Chris Yule sebagai bagian dari gunung berapi yang tidak aktif, dengan ketinggian hampir 5000 kaki yang salah satunya memiliki ventilasi ganda.

Dok. Istimewa
© AI Image/DezgoApp

“Empat di antara pegunungan tersebut merupakan penemuan baru dengan dua gunung bawah laut dan pegunungan yang berada di garis patahan,” jelas Yule.

Gunung yang berada di daerah Macquarie Ridge ini menurut peneliti diperkirakan telah terbentuk sejak 20 juta tahun yang lalu, dimana gunung ini terbentuk dari titik panas yang berasal dari bawah mantel Bumi. 

Mengutip News Week, menurut peneliti dari Universitas Tasmania, Helen Philips penemuan ini akan memberikan pemahaman mengenai dinamika lautan. 

"Arus Lingkar Kutub Antartika yang dilewati  gunung-gunung, dan ketika ia bertemu dengan penghalang seperti punggung bukit atau gunung laut, ia akan 'bergoyang'; tercipta dalam aliran air yang membentuk pusaran. Lembah dan tebing juga bisa mempercepat arus dalam di dasar lautan," 

Ahli geofisika SIRO, Chris Yule 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Oleh karena itu, nantinya pelayaran dan penelitian ini akan dikembangkan lagi oleh badan antariksa Perancis dan pusat studi luar angkasa nasional agar nantinya para peneliti dapat memindai lebih lanjut lagi mengenai dasar lautan.

Rekomendasi