Sejumlah fenomena luar angkasa yang ditemukan dalam beberapa dekade terakhir sempat menimbulkan spekulasi sebagai tanda keberadaan kecerdasan asing.
Meski demikian, hingga kini seluruh temuan tersebut masih berada pada tahap hipotesis dan belum terbukti secara ilmiah.
Berikut lima peristiwa kosmik yang pernah mengundang perhatian luas, sebagaimana dikutip dari Irish Star melalui Media Mirror, Senin (24/11):
Advertisement
Sinyal “Wow!” Tahun 1977
Pada 1977, teleskop radio Big Ear milik Ohio State University menangkap sinyal radio berdurasi singkat dengan kekuatan sekitar 30 kali lebih besar dibanding kebisingan latar biasa. Sinyal tersebut hanya muncul satu kali pada satu frekuensi dan tak pernah terdeteksi kembali.
Astronom Jerry Ehman menandai data tersebut dengan tulisan “Wow!”, yang kemudian melahirkan istilah Sinyal Wow!. Hingga saat ini, asal muasal sinyal itu masih belum dapat dipastikan.
Advertisement
Oumuamua, Objek Antarbintang Misterius
Tahun 2017, sebuah objek luar tata surya bernama Oumuamua melintas dan terdeteksi oleh observatorium. Objek ini menarik perhatian karena bentuknya memanjang, tingkat reflektivitasnya tinggi, serta lintasannya yang tak lazim.
Astrofisikawan Harvard Avi Loeb pernah mengusulkan kemungkinan objek tersebut merupakan teknologi buatan kecerdasan asing berbasis energi matahari. Namun sebagian besar ilmuwan menilainya sebagai objek alami, meski dengan karakteristik yang tidak biasa.
Advertisement
Fosfin di Atmosfer Venus
Pada 2020, tim peneliti mengumumkan temuan senyawa fosfin di atmosfer Venus. Di Bumi, fosfin umumnya dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme, sehingga memunculkan diskusi tentang kemungkinan adanya kehidupan mikroba.
Namun, setelah dilakukan verifikasi lanjutan oleh NASA, keberadaan fosfin tersebut tidak dapat dikonfirmasi ulang, sehingga klaim awal dinyatakan masih belum meyakinkan.
Advertisement
Ledakan Radio Cepat (Fast Radio Bursts)
Fenomena Fast Radio Bursts (FRB) pertama kali teridentifikasi pada 2007. FRB merupakan gelombang radio dengan durasi sangat singkat namun memiliki energi sangat tinggi.
Avi Loeb sempat mengaitkan FRB dengan kemungkinan teknologi alien, tetapi mayoritas ilmuwan berpendapat sumbernya kemungkinan besar berasal dari fenomena alam seperti aktivitas bintang neutron.
Advertisement
Klaim Kehidupan di Planet Mars
Ilmuwan Gilbert Levin, yang terlibat dalam eksperimen biologi pada misi Viking NASA tahun 1970-an, pada 2019 kembali menyatakan adanya indikasi kehidupan mikroba di Mars.
Namun NASA menegaskan bahwa hasil tersebut belum memenuhi standar pembuktian ilmiah yang ketat. Hingga kini, belum ada bukti formal tentang keberadaan organisme hidup di Planet Merah.
Reporter Magang: Ahmad Subayu