Ada yang menarik dilakukan oleh seorang seniman Australia, Shaun Gladwell. Ia menggelar pameran bertajuk ‘Passing Electrical Storms’ di Galeri Nasional Victoria, Melbourne.
Uniknya adalah pameran itu memberikan pengalaman kematian melalui simulator virtual reality (VR). Tujuannya adalah ingin mempertontonkan kepada orang-orang seperti apa rasanya sekarat. VR adalah teknologi yang sering digunakan dalam dunia game lantaran dianggap menjadi salah satu pengalaman yang nyata bagi para penggunanya.
"Karya interaktif ini memandu para pengunjung melalui simulasi deeskalasi kehidupan, dari serangan jantung hingga kematian otak," tulis deskripsi pameran di situs Galeri Nasional seperti dilansir dari laman NYPost, Jumat (31/3).
Dalam sebuah wawancara, Gladwell ingin menggambarkan pengalaman sakaratul maut itu kepada orang-orang seperti ruh yang pelan-pelan menjauhi jasad dan kemudian melayang ke alam semesta.
"Dengan mensimulasikan kematian sebagai pengalaman dalam beberapa menit terakhir, ini adalah meditasi tentang kefanaan kehidupan," kata Gladwell.
Dia mengatakan bahwa karya terbarunya terinspirasi oleh para filsuf seperti Jean Baudrillard, Michel Foucault dan David Chalmers.
Untuk merasakan pengalaman kematian itu, orang-orang yang mengunjungi galeri diinstruksikan untuk berbaring di ranjang seperti rumah sakit dan dihubungkan ke monitor detak jantung.
Di TikTok, seorang pengguna bernama Marcus bahkan memamerkan pameran tersebut kepada pengikutnya. Mengambil klip video dari ruangan tempat semua itu terjadi. Di dalam ruangan itu, dapat melihat orang-orang berbaring di tempat tidur dengan kepala tertancap di simulator VR. Di samping tempat tidur, terdapat komputer besar yang menyerupai monitor rumah sakit.
Pengalaman itu, menurut Marcus, setidaknya memberikan kesan yang mendalam kepadanya untuk merenungkan lebih banyak tentang akhirat.
"Itu membuat Anda merenungkan apa yang terjadi setelah kematian, itu juga memberi Anda gambaran tentang skala alam semesta di dalam dan di luar tubuh kita," kata dia.