Anjing sebagai hewan penyelamat bukanlah sebuah rahasia lagi. Saat ini kita banyak menemukan kisah-kisah anjing yang melakukan aksi heroik untuk pemiliknya. Bahkan baru-baru ini juga ada kisah anjing penyelamat yang mati saat pencarian korban gempa di Turki.
Kini muncul pertanyaan: apakah anjing bertingkah heroik karena benar-benar mencintai manusia atau karena mereka melihat kita sebagai santapannya?
"Saya benar-benar yakin bahwa anjing kami mencintai kami. Tidak ada keraguan bagi saya," ujar Clive Wynne seorang profesor psikologi di Arizona State University.
Penyataan itu hal yang wajar jika kita tanyakan kepada pemilik anjing, mereka akan mendukung hewan favoritnya. Dilansir dari Livescience, Kamis (23/2) Setelah kematian anjing kesayangannya, Newton, Gregory Berns seorang ahli saraf di Emory University mengatakan dia menjadi penasaran tentang perasaan dan pikiran seekor anjing.
Dari rasa penasarannya ia melatih anjingnya, Callie, dan anjing lain untuk mentolerir kebisingan melalui ruang MRI dan kemudian menganalisis sistem kerja otak anjing-anjing itu. Berns menguji anjing-anjing itu ke berbagai bau, dari bau sesama anjing hingga bau orang-orang yang akrab dan tak dikenal. Radar penciuman mereka menyala di semua bau, namun hanya bau orang-orang akrab yang menerangi saraf sensitifnya.
Dalam sebuah studi tahun 2022 dalam jurnal Current Biology, seorang peneliti asal jepang menemukan bahwa anjing akan mengeluarkan air mata ketika bertemu kembali dengan pemiliknya setelah berpisah sekian lama, tetapi anjing akan menunjukkan respon yang berbeda apabila yang kembali bukan pemiliknya.
Studi lain di tahun 2020 menyatakan pernah melakukan sebuah test pada peternak anjing untuk berpura-pura terjebak dalam kotak, test ini untuk melihat apakah si anjing akan menyelamatkan pemiliknya atau tidak. Kira-kira 1 dari 3 anjing melakukannya,
"Itu agak mengecewakan. Bagaimana dengan dua anjing lainnya? mereka tidak peduli?" Wynne bertanya.
Ternyata, dua anjing lainnya tidak tahu bagaimana cara masuk ke dalam kotak. Wynne mengungkapkan bahwa MRI dan test uji coba bukanlah satu-satunya jalan untuk melihat bagaimana perasaan anjing kepada pemiliknya. Menurut Wynne ada cara alami untuk mengetahui perasaan anjing kepada pemiliknya.
"Lihat saja pada aktivitas sehari-hari, ketika anda pulang kerja. Kalau anda punya anjing, anjing anda akan berdiri di depan pintu sambil mengibaskan ekornya. Itu bentuk perasaan anjing anda saat kalian bertemu kembali," tutup Wynne.
Reporter Magang: Safira Tiur Margaretha