Pokemon Go Tak Bisa Dimainkan di iOS dan Android Lawas Per Oktober

Pokemon Go Tak Bisa Dimainkan di iOS dan Android Lawas Per Oktober

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Pokemon Go Tak Bisa Dimainkan di iOS dan Android Lawas Per Oktober
Pokemon Go berdasarkan cuaca. ©2017 Merdeka.com

Pengguna Pokemon Go yang memakai perangkat Android dan iOS yang sudah lama akan kehilangan akses untuk bermain. Kebijakan ini akan berlaku per Oktober 2020 mendatang.

Perangkat model lawas yang dimaksud antara lain adalah tablet atau smartphone Android yang menjalankan OS Android 5.0 atau Lollipop atau iPhone dan iPad yang menggunakan iOS 10 atau 11.

Hal ini karena pengembang Pokemon Go, Niantic mulai menghentikan update Pokemon Go untuk perangkat dengan OS di atas per pertengahan Oktober 2020.

Informasi ini dikonfirmasi melalui akun Twitter Pokemon Go. Di antara perangkat dimaksud adalah iPhone 5s dan iPhone 6, padahal kedua perangkat ini masih bisa diperbarui OS-nya hingga iOS 12.

"iPhone 5s dan iPhone 6 hanya memiliki RAM 1GB dan kami tidak ingin menahan pengembangan dan implementasi fitur untuk sebagian besar pemain yang memiliki smartphone yang lebih kuat," kata Niantic, sebagaimana dikutip The Verge via Tekno Liputan6.com.

Pertimbangkan Kinerja Perangkat

Niantic kemungkinan mempertimbangkan kinerja perangkat yang mungkin tak akan bagus ketika dipakai main Pokemon Go. Apalagi, Pokemon Go sangat bergantung pada kamera ponsel, GPS, dan tool umum untuk mengimbangi tampilan visual 3D-nya.

Selain itu juga Pokemon Go juga termasuk gim yang bisa menguras penggunaan baterai smartphone lawas.

Menurut Niantic, keputusan untuk menghentikan dukungan pada smartphone dengan Android Lollipop dan iOS 11 hanya akan berdampak pada sebagian kecil pengguna aktif harian.

Kendati demikian, hal ini akan tetap merugikan orang-orang di seluruh dunia yang tidak ingin atau belum mau meng-upgrade smartphone mereka.

Berselang beberapa tahun kehadirannya, Pokemon Go masih tergolong sebagai gim yang populer. Pada 2019, Niantic Labs menyebut, Pokemon Go masih menjadi gim augmented reality paling menarik perhatian pengguna.

Berdasarkan data Sensor Tower, popularitas gim ini tidak menurun meski ada pandemi Covid-19. Malahan, gim ini terus tumbuh, dengan pendapatan lebih dari USD 254 juta pada kuartal kedua 2020. Pendapatan ini naik 38 persen ketimbang kuartal sebelumnya.

Karena tidak bisa keluar rumah karena pandemi, Niantic bahkan membuat gim lebih mudah dimainkan di rumah.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani

Rekomendasi