Penyebaran Virus Corona yang semakin meluas di berbagai negara memaksa sejumlah warga harus membatasi kegiatannya di luar rumah.
Dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, tentunya banyak gamer Pokemon Go frustasi tak bisa keluar ke jalan untuk bermain game.
Karena itu, sebuah kabar mengejutkan saat mengetahui bahwa game yang mengharuskan pemainnya ini keluar rumah untuk menangkap Pokemon tersebut justru meraup pendapatan luar biasa ditengah wabah Virus Corona.
Sebagaimana dikutip dari laporan Sensor Tower via Gamerant via Liputan6.com, Selasa (31/3), Pokemon Go maraup pendapatan tertingginya diawal pekan 16 Maret 2020.
Selama sepekan, game augmented reality (AR) ini sudah meraup keuntungan sebesar USD 23 juta atau setara Rp 377 miliar, lebih dari Rp 98 miliar pada minggu sebelumnya.
Adapun pendapatan paling tinggi yang didapat Niantic Labs di 2020, terjadi pada 3 Februari dengan nominal Rp 278 miliar.
Kenaikan ini tentunya berhubungan dengan banyak pekerja, mahasiswa, dan pelajar yang mengisolasi diri mereka di rumah dan bermain game Pokemon Go.
Advertisement
Pembaharuan Fitur
Dikutip dari The Verge, Niantic memberikan pembaruan fitur agar pemain Pokemon Go masih dapat memainkan gim ini secara personal.
"Sementara kami mempersiapkan pembaruan berdasarkan kondisi kesehatan global sekarang, kami juga mengajak pemain untuk berpikir sebelum keluar rumah dan melakukan yang terbaik untuk kesehatan mereka," tutur Niantic.
Kendati demikian, belum dapat dipastikan kapan fitur ini akan hadir di Pokemon Go. Untuk sekarang, pemain masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut dari pengembang soal kehadiran fitur ini.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Yuslianson