Korbankan nyawa demi gadget

Suatu tindakan yang konyol harus merengang nyawa karena ingin menyelamatkan perangkat mobile.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Korbankan nyawa demi gadget
Ilustrasi Kebakaran. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Memang bukan suatu masalah apabila seseorang sangat tergantung dan seakan tidak dapat berpisah barang sesaat dengan perangkat mobilenya. Namun bukan berarti harus mengorbankan nyawa sebagai taruhannya. Di pertengahan bulan Juli 2014 lalu , ada seorang wanita bernama Aracelis Ayuso (21) harus kehilangan nyawa karena tertabrak kereta yang sedang melaju pada saat dia berusaha menyelamatkan iPadnya yang tidak sengaja jatuh.Setali tiga uang dengan apa yang dialami Ayuso, ada seorang wanita lagi dari Illinois bernama Wendy Rybolt juga harus meninggal dunia karena berusaha menyelamatkan perangkat mobilenya yang berada dalam rumah yang terbakar.Dikutip dari Phone Arena (29/07), awalnya Rybolt berhasil menyelamatkan diri ketika rumahnya terbakar. Namun beberapa saat setelahnya, dia memutuskan untuk kembali menerobos api untuk menyelamatkan dan mengambil perangkat mobilenya yang masih tertinggal di dalam rumah.Ketika polisi datang, mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa Rybolt. "Semua materi dapat diganti akan tetapi jangan pergi kembali ke dalam (rumah yang terbakar) hanya untuk mengambil sesuatu. Dalam kasus ini, asap yang berisi karbonmonoksida akan menangkap Anda sebelum Anda menyadarinya," jelas Chief Brian Fengel, seorang polisi dari Bartonville Police Department.

Rekomendasi