Apa yang dikatakan Jokowi tidak mudah, sulit buy back Indosat

"Kalau Qatar mau jual terus mau dibeli, prosesnya seperti transaksi biasa. Tapi harganya tentu tergantung penjual."

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Apa yang dikatakan Jokowi tidak mudah, sulit buy back Indosat
Saham Indosat. ©2014 Merdeka.com

Masih terkait ungkapan Joko Widodo soal pembelian saham Indosat dari pihak luar, menurut pakar, hal itu sulit dilakukan.Menurut pakar Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan, yang menjadikan sulitnya pembelian kembali saham Indosat adalah tidak ada dalam SPA (Sales and Purchase Agreement) kemungkinan untuk melakukan buy back."Kalau seperti yang dikatakan calon Presiden Jokowi yang ingin membeli kembali saham Indosat yang dijual saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri ya tidak mungkin, karena tidak ada dalam SPA (Sales and Purchase Agreement) kemungkinan buy back itu," ujar Fadhil Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.Jadi, pernyataan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) yang ingin membeli kembali saham Indosat itu tidak benar."Kalau Qatar mau jual terus mau dibeli, ya bisa saja sebagaimana transaksi biasa. Tapi harganya tentu tergantung penjual. Jadi susah melaksanakan apa yang dibilang Jokowi," ujarnya, seperti dikutip dari Antara (02/07).Ia mengutarakan saat Indosat dijual kepada Temasek perekonomian Indonesia sudah mulai membaik karena pertumbuhan sekitar empat persen, sementara inflasi sembilan persen."Walau anggaran masih defisit yang ditutupi oleh pinjaman luar negeri dan privatisasi (menjual Indosat). Tapi sebenarnya itu merupakan langkah keliru karena Indosat merupakan perusahaan strategis yang memiliki orbit dan frekuensi," kata dia.Dalam Pemilu Presiden 09 Juli 2014 akan diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yakni nomor satu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan nomor dua Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Rekomendasi