Tak ada yang hitam atau putih selamanya. Pun termasuk sihir, meskipun dulu sempat ditentang, kini ilmu yang tergolong hitam tersebut mulai diterima oleh masyarakat.
Di hampir seluruh belahan dunia dengan latar belakang agama dan budaya apapun, semuanya juga setuju kalau praktik sihir adalah hal yang terlarang. Hal ini sekali lagi dikarenakan praktik tersebut bisa menyakiti seseorang dan dekat hubungannya dengan makhluk halus.
Di Eropa misalnya, pada masa abad pertengahan gereja menyatakan bahwa praktik perdukunan dan sihir adalah hal terlarang dan dekat hubungannya dengan setan. Oleh karena itu, undang-undang pun kemudian dibuat untuk menghukum para pelaku kegiatan tersebut.
Akibatnya, banyak penyihir, yang kala itu diasosiasikan dengan wanita, yang kemudian ditangkap dan dibakar hidup-hidup. Sayangnya, karena tidak ada metode pembuktian yang tepat untuk menyatakan seseorang adalah penyihir, maka banyak korban kemudian bergelimpangan.
Namun, anggapan bahwa sihir adalah ilmu hitam seakan makin terkikis dari hari ke hari. Bahkan, di saat ini, sihir mulai dianggap sebagai hal yang tidak tabu lagi.
Sebagai contoh, ramalan yang termasuk cabang sihir juga diminati oleh banyak orang. Banyak dari mereka yang ingin tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan menggunakan ramalan mistis.
Ramalan pun kemudian menjadi konsumsi publik ketika dimasukkan pula dalam berbagai media massa. Dalam sekejap, anggapan bahwa ilmu hitam adalah hal terlarang pada abad pertengahan pun luntur seketika.
Fenomena ini makin menjadi-jadi ketika J.K. Rowling menjadi terkenal dengan novel seri Harry Potter. Siapa sangka, cerita yang berlatar belakang penyihir ini mampu menjadi hits di seluruh belahan dunia.
Pun saat film adaptasinya muncul, dunia sihir makin terekspos. Entah film tersebut menggambarkan sihir yang sebenarnya atau tidak, namun bisa dibilang bahwa citra sihir yang dulu berkonotasi negatif menjadi sedikit membaik dengan bantuan Harry Potter.
Dari berbagai sumber