Platform Fintech, Easycash, Raih Penghargaan Best P2P Lending

Kamis, 17 Oktober 2019 17:52 Reporter : Syakur Usman
Platform Fintech, Easycash, Raih Penghargaan Best P2P Lending Easycash dapat penghargaan The Best P2P Lending 2019. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Platform financial technology (fintech), Easycash, meraih penghargaan sebagai “The Best P2P Lending” dalam kategori Special Awards dalam ajang Indonesia Multifinance Awards 2019, yang diberikan baru-baru ini di Balai Kartini Jakarta.

Dalam keterangan resminya, dewan juri menyatakan Easycash dinilai memberikan dampak positif bagi transformasi bisnis di industri jasa keuangan. Produk dan layanan Easycash juga dianggap inovatif sehingga bisa menjadi model bisnis yang baik bagi industri pinjaman online di Indonesia dan menawarkan imbal hasil yang menarik bagi para pemberi pinjaman.

Easycash merupakan produk di bidang teknologi finansial dari Fintopia Group yang dikelola oleh PT Fintopia Indonesia Technology. Fintopia Group juga beroperasi di beberapa negara lain, seperti China, Filipina, Brasil, Thailand, dan sebagainya. Secara global, Fintopia telah menyalurkan pinjaman sekitar US$ 8,2 juta kepada lebih dari 19 juta peminjam.

Di Indonesia, Easycash telah resmi terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menyalurkan pinjaman sekitar Rp 1,5 triliun kepada lebih dari 250 ribu peminjam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Easycash sendiri adalah platform peer-to-peer (P2P) yang berfokus ke pinjaman mikro dengan pengoperasian berbasis aplikasi seluler.

Dalam menjalankan layanannya, Easycash memiliki keunggulan dalam hal teknologi yang dikembangkan oleh orang-orang yang berpengalaman di berbagai perusahaan teknologi di Silicon Valley. Sebagai platform pinjaman online jangka pendek, Easycash menggunakan algoritma berbasis big data yang mampu menentukan kelayakan kredit nasabahnya dalam waktu yang relatif singkat.

"Dewan juri telah melaksanakan tugasnya. Ke depan tantangan di industri pembiayaan masih cukup besar, yang mana tantangan teknologi informasi yang sudah menyebar penuh dicseluruh dunia masih harus terhambat karena faktor sumber daya manusia yang masih kurang," ujar pendiri Economic Review, Hj Irlisa Rachmadiana, dalam keterangan resminya. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini