Planet Luar Tata Surya ini Punya 3 Matahari, Seperti Apa?

Sabtu, 2 Februari 2019 13:56 Reporter : Indra Cahya
Planet Luar Tata Surya ini Punya 3 Matahari, Seperti Apa? Penemuan Exoplanet baru. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi antariksa di luar tata surya kita, ternyata bentuknya tak pernah terduga. Seperti yang ditemukan oleh sekelompok peneliti dari University of Arizona berupa planet yang memiliki 3 matahari.

Planet yang dikenal sebagai HD 131399Ab ini berada di konstelasi Centaurus. Temuan itu tentu mengejutkan sebab planet ini nyatanya masih bertahan dalam kondisi tersebut. Para ahli memperkirakan planet secara tetap mengalami tiga kali peristiwa matahari terbit dan terbenam tiap harinya.

Namun, jumlah diprediksi itu tergantung musim yang dilalui dan memiliki waktu yang lebih panjang daripada Bumi. HD 131399Ab mengikuti jalur orbital lebar yang mengitari tiga bintang. Dua dari ketiga bintang itu saling mengitari satu sama lain dan berada di luar orbit.

Kedua bintang itu juga mengitari bintang utama yang diperkirakan memiliki ukuran 80 persen lebih besar ketimbang Matahari Bumi. Planet ini juga menjadi satu-satunya planet di luar Tata Surya yang berhasil dilihat langsung oleh para astronom, alih-alih hanya menggunakan data pengukuran cahaya.

Kevin Wagner, salah satu seorang peneliti, menuturkan dua bintang yang saling berdekatan dapat terlihat jelas di planet yang memiliki waktu orbit sekitar 550 tahun waktu Bumi itu. Sementara, Matahari utama memiliki posisi yang agak jauh.

Dikutip dari laman Mirror via Tekno Liputan6.com, Kamis (31/1/2019), planet ini merupakan exoplanet termuda yang pernah ditemukan manusia. HD 131399Ab diperkirakan baru berumur 16 juta tahun.

Massa planet tersebut diperkirakan sama dengan empat planet Jupiter dan suhu permukaannya sekitar 580 derajat Celcius. Pun demikian, planet ini merupakan salah satu planet terdingin dan terbesar yang pernah diabadikan manusia.

HD 131399Ab merupakan temuan alat terbaru untuk mendeteksi tanda panas dari planet muda, yakni Spectro-Polarometric High-contrast Exoplanet Research (Sphere). Alat ini menjadi bagian dari Observatorium Selatan Eropa yang berada di Cili.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Jeko I.R [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Sains
  2. Penelitian Luar Angkasa
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini