Perizinan masih menjadi kendala pembangunan infrastruktur internet

Jumat, 4 Mei 2018 10:52 Reporter : Fauzan Jamaludin
Internet. © Danpontefract.com

Merdeka.com - Pembangunan infrastruktur masih menjadi concern para pegiat teknologi informasi. Hanya saja, kendala klasik masih menjadi hambatan mereka. Salah satu kendalanya adalah soal perizinan untuk menggelar fiber optic.

Hal itu disampaikan oleh Irwin Day selaku Sekjen Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). Menurutnya, merujuk pada Peraturan Presiden (PerPres) Nomor 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019 ada sejumlah target yang dicanangkan, termasuk penggelaran infrastruktur.

Namun jika kondisi di lapangan seperti perizinan belum dimudahkan, maka target tersebut akan sulit terpenuhi.

"Banyak kendala macam-macam, misalnya penggalian butuh izin yang di setiap kota berbeda kebijakannya. Itu lumayan menghambat. Seharusnya urusan yang seperti ini pemerintah pusat turun tangan standarnya izinnya. Jangan di atas dapat izin, tapi di bawah dilepas," kata Irwin ketika ditemui saat acara diskusi yang digelar Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Jakarta, Kamis (3/5).

"Gimana mau mau dibangun cepat. Intinya gini, gak ada internet kalau infrastrukturnya belum siap. Jadi kalau yang pertama kita ingin bicara internet itu adalah bangun infrastrukur dulu," tambahnya.

Kendati begitu, ia mengapresiasi adanya pembangunan Palapa Ring. Hanya saja, konsep Palapa Ring itu adalah cincin fiber optic di mana itu adalah sebagai backbone. Secara teknis, Palapa Ring hanya di ujung, sementara butuh penghubung untuk mendistribusikan internet ke rumah-rumah. Hal inilah yang dikerjakan oleh swasta.

"Ini mestinya diregulasilah untuk mempermudahkan teman-teman penyelenggara jaringan. Kalau mau cepat, caranya ya dimudahkan kalau perlu difasilitasi. Misalnya izin sudah disiapkan," jelas Irwin.

Ia mengakui jika hal ini telah dikomunikasikan terus menerus ke pemerintah. Namun untuk lebih cepat pembangunan infrastruktur terjadi, hal tersebut harus didorong. Tujuannya agar pembangunan infrastrukut bisa lebih cepat.

"Namanya pemerintah kan banyak konsentrasi. Makanya kita dorong terus," terangnya. [ara]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini