Pengguna Wi-Fi publik jadi incaran serangan siber

Sabtu, 4 Maret 2017 14:29 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pengguna Wi-Fi publik jadi incaran serangan siber Security Advocate Consumer Business Unit Symantec, Nick Savvides. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Barangkali Anda salah satu orang yang gembira saat ada Wi-Fi publik. Begitu mengetahui perangkat Anda mendeteksi adanya jaringan hotspot, maka Anda pun segera menyambungkannya. Memang tidak ada yang salah dalam hal ini, namun kiranya sekarang ini perlu berhati-hati. Pasalnya, akhir-akhir ini peretas lebih sering mengincar perangkat yang terhubung melalui hotspot publik.

"Konsumen seringkali terlalu berpuas diri ketika terhubung ke jaringan Wi-Fi publik dan meyakini bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada mereka," begitu kata Security Advocate Consumer Business Unit, Symantec, Nick Savvides saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (3/3).

Buktinya, sudah banyak hal yang terjadi terkait penggunaan hotspot publik. Di Indonesia memang belum ada laporan mengenai hal itu. Hanya saja, masyarakat Indonesia lebih sering perangkatnya terkoneksi jaringan hotspot publik lalu melakukan aktivitas seperti cek email, mengirimkan dokumen dan media sosial. Hal itu diketahui dari survei Norton Cyber Security Insight Report tahun 2016.

Selain itu dalam survei tersebut juga menyebutkan sejatinya masyarakat Indonesia menyadari risiko-risiko dari Wi-Fi publik. Misalnya saja, ada sekitar 62 persen orang yang menyatakan bahwa mereka tidak akan memasukkan data keuangan pribadi saat terhubung ke jaringan hotspot publik. Namun, sebanyak 51 persen di antara masyarakat yang disurvei belum bisa mengidentifikasikan jaringan Wi-Fi yang digunakan aman atau tidak.

"Bisa dibayangkan kalau orang terhubung dengan Wi-Fi yang berbahaya tetapi mereka tak sadar akibatnya. Dengan pakai Virtual Private Network (VPN), orang yang ada di jaringan sama tidak bisa mengambil informasi dari si pengguna yang lainnya," jelasnya.

Lantas bagaimana cara kerja mereka? Peretas biasanya dengan menggunakan titik akses tipuan yaitu ketika penjahat siber membuat jaringan hotspot publik milik sendiri dan mengarahkan pengguna untuk bergabung dengan jaringan tersebut.

Dari itu, pengguna akhirnya memberikan data pribadi mereka kepada penjahat siber dengan suka rela. Setelahnya, mereka terhubung dengan jaringan hotspot tipuan, mereka akan diarahkan menuju situs-situs penipuan atau situs yang mengandung virus. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Aksi Hacker
  2. Teknologi
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini