Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku e-commerce jadi incaran utama J&T Express

Pelaku e-commerce jadi incaran utama J&T Express JNT Express. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan kurir, J&T Express, semakin fokus menyasar pelaku e-commerce di Indonesia. Saat ini bisnis e-commerce berkontribusi 50 persen terhadap pendapatan J&T dan ditargetkan naik menjadi 80 persen pada tahun depan.

Robin Lo, CEO J&T Express, menjelaskan bisnis e-commerce di Indonesia memiliki potensi sangat besar. Pada 2020, pemerintah menargetkan transaksi belanja online di Indonesia tumbuh mencapai US$ 130 miliar. Karena itu, pihaknya ingin menangkap peluang itu, dengan menawarkan pengalaman berbelanja online yang lebih nyaman di indonesia dengan menawarkan jasa pengiriman barang yang dapat diandalkan.

Saat ini J&T Express sudah bekerja sama dengan tiga platform e-commerce di Indonesia, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Untuk memberikan jaminan layanan, perseroan memiliki nilai tambah, seperti klaim maksimal 3 hari kerja untuk barang pengiriman yang hilang/rusak, layanan 365 hari kerja, tracking system online, dan titik lokasi 2.000 drop point.

"Kami hadir untuk mendukung pertumbuhan bisnis pelaku e-commerce di Indonesia," ujar Robin Lo, saat memperkenalkan slogan baru J&T: Express Your Online Business di Jakarta, kemarin (23/10).

Untuk mendukung strategi bisnis itu, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi usaha, antara lain investasi infrastruktur baru seperti pembanguan tempat sortir barang. Saat ini pihaknya sudah membeli lahan di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Lahan yang dibeli masing-masing seluas 10 ribu meter persegi, yang akan mampu menampung dan menyortir barang satu juta paket per hari.

Selain itu, investasi juga dilakukan untuk penambahan jumlah armada kendaraan menjadi 2.000 unit dari 1.000 unit, serta sumber daya manusia supaya pengirimam barang bisa dilakukan lebih cepat.

"Total investasi untuk lahan dan pembangunan tempat sortir itu Rp 800 miliar. Ke depannya kami akan bangun infrastruktur serupa di Pulau Sumatera dan Sulawesi," ujarnya.

Selain mengincar pasar Indonesia, J&T Express juga memiliki rencana ekspansi ke beberapa negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Vietnam dalam waktu dekat.

Saat ini perusahaan kurir cepat ini mengelola 300 rubu paket per hari di Indonesia dengan jumlah karyawan sekitar 16 ribu orang. J&T Express didirikan oleh mantan CEO OPPO Indonesia Mr Jet Lee dan pendiri OPPO Internasional Mr Tony Chen pada 2015.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP