Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasib Smart Telecom digantung

Nasib Smart Telecom digantung Smartfren. © Smartfren

Merdeka.com - Malang benar nasib PT Smart Telecom. Setelah dituduh menjadi penyebab interferensi sinyal 3G di pita 2,1 GHz, kini anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk tersebut mesti geser frekuensi. Parahnya, mereka tidak tahu ke pita mana akhirnya mereka akan berlabuh.

Padahal, untuk menghindari interferensi saja, Smartfren harus mengeluarkan investasi yang tidak sedikit, berupa belanja dan pemasangan perangkat filter.

Dan kalau ternyata setelah penataan di sebelahnya bukan lagi Axis, maka Smart pun harus menyesuaikannya.

Wajar saja operator hasil penggabungan Wireless Indonesia dan Primasel itu harus segera hijrah, karena selain memiliki teknologi yang bertolak belakang dengan WCDMA atau 3G, juga mereka menjadi tidak leluasa untuk membangun jaringan.

Wacana awal adalah mereka akan ditempatkan di pita 2,3 GHz. Namun regulator bingung, karena di pita tersebut menggunakan sistem regional, padahal Smart Telecom adalah nasional.

Bila regulator memaksakan Smart bisa beroperasi nasional di pita tersebut, maka operator WiMax yang ada di pita 2,3 GHz tentunya akan meminta hal yang sama.

Wacana kedua adalah dengan menempatkan Smart Telecom ke frekuensi Smartfren di pita 800 MHz. Menurut anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono, opsi itu yang paling masuk akal sambil menunggu penataan bila regulasi LTE sudah ditetapkan.

Namun, apapun opsinya, yang jelas Smart Telecom pasti akan dipindah, seperti di India, yang memisahkan teknologi PCS dan WCDMA dari sebelumnya berdampingan. Nah, waktu menunggu inilah yang menjadikan nasib Smart Telecom seperti digantung.

Tentu imbasnya kepada pelanggan, karena handset yang dipakai saat ini belum tentu bisa dipakai pada saat Smart pindah frekuensi. Dan menjadi tugas regulator lah agar kepentingan pelanggan tidak dirugikan. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP