LG: buah dan sayuran segar bisa jadi alat musik
Merdeka.com - Hari Lingkungan Hidup Dunia yang jatuh setiap 5 Juni dimanfaatkan LG untuk mengampanyekan pentingnya kesadaran terhadap pemborosan makanan. Namun, kampanye produsen produk elektronik asal Korea Selatan ini tidak biasa.
Uniknya, LG menggandeng London Vegetable Orchestra (LVO) untuk membuat pagelaran musik, dengan memanfaatkan ragam sayuran sebagai alat musiknya. Disebarkan dalam bentuk video pendek, memuat pesan tentang upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesegaran buah dan sayuran lebih lama.
Dalam rilisnya pada Merdeka.com, hari ini, video tersebut menggambarkan, kerja mencipta simfoni nada dengan memanfaatkan buah dan sayuran segar sebenarnya bukan hal baru bagi grup orkestra LVO. Sejak tiga tahun lalu, mereka telah menghibur publik Inggris dengan pertunjukan musik uniknya. Sayuran paprika, labu, wortel, dan squash adalah beberapa buah dan sayuran yang biasa mereka pakai untuk menghasilkan simfoni nada.
Memainkan alat musik dari buah dan sayuran bukanlah satu-satunya kesulitan yang mereka hadapi untuk melakukan pagelaran musik ini. Sebab setiap musisi mendapat tuntutan memodifikasi sendiri buah dan sayuran yang menjadi alat musiknya.


Ini bukan hal mudah, karena setiap kali memainkan alat musik unik ini, mereka membutuhkan buah dan sayur segar untuk menghasilkan warna bunyi dengan kenyaringan tepat. Kesulitan semakin besar, karena untuk memastikan kesegaran buah dan sayuran tersebut, setiap anggota orkestra sayuran mau tak mau harus direpotkan dengan aktivitas membuat alat musiknya di hari yang sama saat pertunjukan. Rutinitas merepotkan yang telah berlangsung sekian lama ini kemudian berubah.
Perubahan dimulai, ketika grup orkestra ini diperkenalkan pada lemari es LG dengan teknologi kompresor Inverter Linear. Para musisi kemudian diminta mencoba menyimpan alat musik buah dan sayuran di dalam lemari es LG untuk waktu tertentu.
Ketika coba memainkannya kembali, ternyata hampir tak terdapat perbedaan kualitas bunyi dibandingkan dengan saat dimainkan ketika buah dan sayuran tersebut benar-benar segar. Kualitas bunyi yang sama bahkan masih tetap didapat, ketika instrumen musik unik ini melewati penyimpanan dalam lemari es LG sepanjang satu pekan.
LG menyatakan, menjaga kualitas kesegaran buah dan sayuran yang digambarkan melalui alat musik unik ini sangat dimungkinkan dengan teknologi pendinginan pada lemari es LG dengan kompresor Inverter Linear. Karena dengan perkembangan teknologi terkini, didapati fakta bahwa tantangan besar penyimpanan makanan dalam jangka waktu panjang bukan lagi pada panasnya suhu, melainkan fluktuasi suhu.
Inilah yang membuat LG mengembangkan lemari es dengan kompresor inverter linear, yang mampu bekerja pintar dalam mempertahankan suhu di dalam kabin dengan fluktuasi rendah dibanding teknologi lawas. Dengan rendahnya fluktuasi suhu di dalam lemari es, buah dan sayuran yang tersimpan di dalamnya menjadi segar lebih lama.
LG ini melakukan ini, lantaran kampanye pemborosan makanan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Dunia. Pemborosan makanan terjadi, tak lepas dari pembusukan pada buah dan sayuran sehingga tak dapat lagi dikonsumsi.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah seluruh makanan yang menjadi basi atau dibuang sebelum dikonsumsi jumlahnya diperkirakan mencapai sepertiga dari total makanan. Bila merujuk pada perkiraan jumlah makanan yang diproduksi di seluruh dunia untuk makanan sehari-hari, berat makanan terbuang ini dapat mencapai 1,3 juta ton per tahun.
Akibatnya, ada potensi kerugian US$ 680 juta di kelompok negara maju dan US$ 310 juta di kawasan negara berkembang. Buah dan sayuran memiliki tingkat pemborosan tertinggi dibanding makanan lain karena karakteristiknya yang memiliki tingkat pembusukan cepat. Dengan pencapaian teknologi pendinginan pada lemari esnya, LG berharap pemborosan makanan dapat ditekan.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya