Indodax Raih Dua Sertifikasi ISO, Siap Jadi Startup Unicorn Baru Indonesia

Minggu, 20 Oktober 2019 16:46 Reporter : Syakur Usman
Indodax Raih Dua Sertifikasi ISO, Siap Jadi Startup Unicorn Baru Indonesia Indodax, startup marketplace aset digital di Indonesia. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Indodax menjadi perusahaan marketplace aset digital pertama di Indonesia yang memiliki dua jenis sertifikasi ISO sekaligus, yaitu 9001: 2015 dan 27001: 2013. Kedua jenis sertifikasi ini merupakan standar internasional dalam bidang sistem manajemen mutu dan keamanan informasi.

Standar sertifikasi ISO diakui di 182 negara di dunia dan dikenal sangat ketat dan sulit untuk didapat.

William Sutanto, Chief Technology Officer Indodax, menyatakan proses dan upaya yang mereka tempuh untuk ISO ini terbilang tidak mudah serta prosesnya cukup ketat, sehingga harus memenuhi sederetan persyaratan-persyaratan yang belum pernah dijumpai sebelumnya.

“Prosesnya cukup ketat. Namun, di balik itu semua, kabar baiknya Indodax saat inisalah satu dari sedikit startup digital di Indonesia yang memiliki dua sertifikasi ISO sekaligus, 9001: 2015 dan 27001: 2013," ujar William Sutanto dalam rilisnya, kemarin.

Menurutnya, sebagai marketplace aset digital terbesar di Indonesia, kami selalu terpacu untuk menjadi yang terdepan dalam menerapkan praktik-praktik keprofesionalan terbaik. Hal ini kami lakukan agar para pengguna tidak hanya merasakan kemudahan akses saat bertransaksi, tapi juga memperoleh keamanan yang terjamin sebagai best practice. Melalui dua sertifikasi ini, kami bercita-cita Indodax selalu konsisten menjadi mitra marketplace terpercaya bagi semua kalangan masyarakat.

Erna Damayanty, Managing Director PT BSI Group Indonesia, menjelaskan hasil audit yang dilakukan oleh tim auditornya menunjukkan bahwa PT Indodax Nasional Indonesia telah secara efektif memperoleh pengakuan nasional dan internasional dalam ruang lingkup the management of information security in provision crypto exchange asset services. Artinya, Indodax Nasional semakin menunjukkan komitmennya terhadap keamanan informasi kepada para stakeholder serta pelanggannya.

Oscar Darmawan, CEO Indodax, menambahkan dua sertifikasi ISO akan menjadi dokumen yang akan dilampirkan ketika mendaftarkan diri ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

“Per 1 Februari lalu, kami mengetahuisemua perusahaan pertukaran aset kripto wajib untuk mendaftarkan diri ke Bappebti dan menaati persyaratan yang cukup tinggi, salah satunya tersertifikasi ISO. Di sisi lain, sebagai pelaku bisnis, kami juga ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sarat dengan nilai kepatuhan terkait regulasi dari pemerintah dan relevan dengan standar etika industri yang ada,” kata Oscar.

Indodax menargetkan menjadi startup digital unicorn baru dan ikut aktif membesarkan nama Indonesia di kancah internasional dalam waktu dekat. Target ini akan ditempuh melalui beberapa program baru dan unggulan, seperti pengembangan operasi, teknologi, layanan, dan produk. Salah satu terobosan terbaru adalah pembaruan tampilan website yang lebih futuristik. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih merasakan pengalaman berselancar yang lebih cepat dan Indodax akan terus menyajikan beberapa fitur tambahan yang akan terus diperbarui dari waktu ke waktu.

Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia, Muhammad Deivito Dunggio, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pencapaian Indodax dalam memperoleh dua sertifikasi ini.

“Saya yakin perjuangan mendapatkan sebuah ISO perlu diapresiasi, baik startup maupun instansi apa pun. Hal ini menunjukkan integritas dan rencana besar yang sudah dimulai dari tercapainya dua sertifikasi ISO ini. Semoga ini bisa menjadi teladan dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi startup lain asal Indonesia yang ingin menggapai tujuan yang sama,” tutur Deivito. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi Digital
  2. Bitcoin
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini