Ilmuwan Ini Ingin Buktikan Adanya Kehidupan Setelah Kematian

Selasa, 30 Juni 2020 08:05 Reporter : Indra Cahya
Ilmuwan Ini Ingin Buktikan Adanya Kehidupan Setelah Kematian Fakta dan penjelasan ilmiah tentang sakaratul maut. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang ilmuwan yang juga ahli bedah asal Inggris, Sam Parnia, dulu pernah tenar karena menulis karya ilmiah tentang near-death experience, atau biasa kita kenal dengan sakaratul maut.

Sang ilmuwan sendiri masih mendukung pemikirannya sendiri soal kematian itu bukan akhir dari segalanya; ia menyebut bahwa ada kehidupan setelah meninggal dan kematian tak akan memusnahkan jiwa.

Satu dekade lalu, melansir laporan Medical Daily, ia menggelar proyek bernama AWARE yang meneliti pengalaman mental dan hubungannya dengan kematian. Ia mengklaim bahwa dalam beberapa menit pertama setelah meninggal, kesadaran manusia masih ada.

Selain itu, hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa 40 persen orang yang selamat dari serangan jantung setelah dinyatakan mati klinis, menyebut dirinya dalam keadaan sadar alih-alih mati. Sebagian besar dari pasien ini sendiri melaporkan pengalaman aneh ketika 'meninggal' sehingga dipastikan mereka dalam keadaan sadar.

1 dari 2 halaman

Penjelasan Ilmiah Soal Sakaratul Maut

Kontra dengan deretan klaim dari Dr. Parnia, para ilmuwan telah secara gamblang menjelaskan bagaimana kehidupan setelah mati yang dimaksud sang ilmuwan di atas.

Salah satu penjelasan soal bagaimana seseorang masih sadar ketika dianggap meninggal secara klinis, ternyata sudah ada. Dalam studi terbaru, hal ini justru karena kerusakan di salah satu bagian otak, yakni temporoparietal junction.

Temporoparietal junction adalah bagian di otak yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan data yang didapat oleh berbagai panca indera dan organ tubuh dalam bentuk persepsi. Ketika bagian ini rusak, sangat mungkin berbagai hal terjadi. Paling sering adalah pengalaman keluar dari tubuh. Hal ini karena persepsi seseorang tak tergambar dengan baik.

Meski pengalaman ini terasa nyata, bahkan studi ilmiah dari jurnal Coma telah membuktikan kalau kegiatan ini bisa disimulasikan dengan tanpa harus membawa seseorang mendekati ajal terlebih dahulu, dan berhasil.

Dr. Parnia pun juga mengungkap berdasar hasil dari penelitiannya, bahwa ketika meninggal, pasien merasakan sukacita dan perasaan damai yang luar biasa. Nah, hal ini pun ada penjelasannya. Ini adalah halusinasi.

Halusinasi yang dialami seseorang yang sedang meninggal klinis, seringkali memperlihatkan bagaimana kawan dan keluarga yang telah meninggal tersebut akan 'mengajak' ke kehidupan selanjutnya.

2 dari 2 halaman

Perlu diingat, sains tidak mempercayai hal mistis seperti arwah, sehingga hal semacam ini ada penjelasan ilmiahnya. Dilansir dari Live Science, hal ini bisa terjadi karena kekurangan oksigen. Ketika seseorang yang kelebihan kadar karbon dioksida akan mengalami permasalahan di penglihatan, kekurangan oksigen dalam darah bisa sebabkan halusinasi dan adanya perasaan euforia.

Euforia inilah yang mungkin disebut oleh Dr. Parnia sebagai sukacita dan perasaan damai luar biasa.

Kekurangan oksigen maupun kelebihan karbon dioksida merupakan hal yang cukup masuk akal, pasalnya ketika sakaratul maut biasanya hal ini diikuti dengan serangan jantung, yang terjadi karena darah lajunya terhalau menuju otak.

Menurut Anda? [idc]

Baca juga:
Astronom Temukan Cahaya Terpancar Dari Dua Lubang Hitam yang Tabrakan
Fungsi Retikulum Endoplasma, Kenali Kedua Jenisnya
Laboratorium Vaksin Covid-19 Disebut Rentan Peretasan
Fungsi Mikroskop yang Perlu Anda Ketahui, Berikut Bagian-bagiannya
SpaceX Berhasil Orbitkan Dua Astronot NASA ke Luar Angkasa
Teknologi Pengenalan Wajah Pertemukan Ibu dan Anak yang Terpisah 3 Dekade
Asteroid Besar Akan Dekati Bumi, Bahaya?

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sains
  3. Penelitian Ilmiah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini