HMD Global Tersandung Kasus, Nokia 7 Plus Kirim Data Pengguna ke Cina

Sabtu, 23 Maret 2019 15:07 Reporter : Indra Cahya
HMD Global Tersandung Kasus, Nokia 7 Plus Kirim Data Pengguna ke Cina Nokia 7 Plus. ©2018 Phonearena.com

Merdeka.com - Setelah banyak sekali game dan aplikasi abal-abal terbukti mencuri informasi pribadi untuk dijual, kali ini pelakunya adalah merek smartphone terbaru.

Berdasarkan laporan dari Android Authority dan NRK, Nokia 7 Plus di Norwegia disebut mengirimkan informasi pribadi di Cina. Informasi tersebut berupa lokasi pengguna, nomor kartu SIM, serta nomor seri perangkat. Informasi ini bisa melacak posisi dari pengguna perangkat secara real time.

Data ini dikirimkan ke server dengan domain vnet.cn, dan pemilik domain meletakkan "China Internet Network Information Center" di kontaknya. Domain ini dikonfirmasi adalah milik China Telecom, perusahaan telekomunikasi milik negara, layaknya Telkom versi Cina.

Disebut pula, hal ini hanyalah ketidak sengajaan. Pengiriman data ini harusnya diterapkan hanya untuk Nokia 7 Plus yang dijual di Cina. Namun pada akhirnya secara masih tersebar ke banyak sekali unit smartphone tersebut di luar Negeri Tirai Bambu.

HMD Global, pemilik merek Nokia, akhirnya mengkonfirmasi pemasalahan ini. Perusahaan tersebut memberi pernyataan bahwa kesalahan ini hanya ada di satu batch pengiriman smartphone. Hal ini bisa diatasi dengan cara memperbarui software patch.

Lebih lanjut, Pemerintah Finlandia melalui Ombudsman mereka telah mengkonfirmasi kalau kasus ini akan diinvestigasi karena terdapat pelanggaran undang-undang di negara tersebut. Tepatnya, GDPR atau General Data Protection Regulation. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Nokia
  2. Smartphone
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini