Gojek Segera mengaspal di Malaysia, Dapat Kecaman Dari Layanan Taksi
Merdeka.com - Layanan ojek online Gojek disebut segera mengaspal di negeri Jiran Malaysia. Pemerintah Malaysia pun telah memberi persetujuan soal rencana masuk dan beroperasinya Gojek di rapat kabinet mereka,
Melansir laporan Liputan6.com, sebelum mengaspal, pemerintah Malaysia mengaku akan meninjau regulasi yang ada sebelum memberikan persetujuan resmi soal beroperasinya Gojek.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, dalam video yang diunggahnya ke Twitter.
Kehadiran Gojek di Malaysia ini dilakukan setelah startup besutan Nadiem Makarim beroperasi itu di Singapura, Vietnam, dan Thailand. Gojek sendiri disebut-sebut sudah berupaya masuk ke Malaysia sejak Januari 2019.
Soal dikembangkannya aturan hukum untuk operasional Gojek, menurut Menteri Pengembangan Usaha, Mohd Redzuan Yusof Gojek akan diurus dan ditinjau oleh Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Transportasi.
Aturan-aturan tersebut bakal mengatur di mana dan bagaimana layanan ojek motor dapat beroperasi. Selain itu, akan ada poin juga mengenai monopoli pasar di Malaysia.
Selanjutnya, kata Redzuan, para menteri akan melaporkan mengenai hasil tinjauan kepada parlemen Malaysia.
"Kami ingin memastikan, apapun yang kami implementasikan untuk mengembangkan ekonomi agar para pemuda tidak melanggar hukum," kata Redzuan, sebagaimana dikutip dari laman Business Insider Singapura via Liputan6.com.
Redzuan juga memprediksi, Gojek akan memulai operasi ojek online-nya dua bulan setelah kabinet memberikan persetujuan.
Ia menjelaskan, saat ini Malaysia memiliki sejumlah aturan, misalnya geofencing untuk memantau operasi Gojek di sana. Geofencing memastikan, pengendara tidak naik di jalan tol dan membahayakan dirinya.
Bos Gojek Bertemu PM Malaysia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKeputusan kabinet untuk memberikan persetujuan operasional Gojek ke Malaysia datang dua hari setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq mengorganisir pertemuan antara bos Gojek Nadiem Makarim dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Melalui akun Twitter-nya, Syed Saddiq mengatakan, perkenalan Gojek di Malaysia akan membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek, meningkatkan bisnis bagi ribuan UMKM, dan menghadirkan opsi transportasi baru.
Sejumlah warganet Malaysia memberi tanggapan positif akan hal ini. Namun, ada juga warganet yang memikirkan masalah keselamatan jalan.
Diprotes Layanan Taksi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski jadi kabar baik bagi sejumlah warganet di Malaysia, persetujuan atas masuknya Gojek juga menimbulkan keberatan dari pendiri Big Blue Taxy Services Shamsubahrin Ismail.
Ia mengatakan, akan menggalang masa untuk protes bila pemerintah memberikan persetujuan.
Dia menyebut, menjadi pengendara ojek online bukanlah opsi karier yang baik bagi anak muda Malaysia. Ismail mengatakan, anak muda Malaysia pantas mendapatkan peluang yang lebih baik.
Sejumlah warganet lainnya di Twitter pun menyoroti, pemerintah Malaysia harusnya fokus menciptakan lapangan kerja dengan gaji yang lebih baik ketimbang memberikan persetujuan atas masuknya Gojek.
Ada juga warganet yang mempertanyakan standar yang berbeda ke Gojek. Pasalnya, sebelumnya Malaysia melarang beroperasinya startup ride-hailing Dego Ride, namun kini Gojek dapat lampu hijau.
Sumber: Liputan6.comReporter: Agustin Setyo Wardani
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya