Demi Roket yang Hemat Bahan Bakar, Peneliti Kembangkan Model Matematis Mutakhir

Jumat, 21 Februari 2020 14:50 Reporter : Indra Cahya
Demi Roket yang Hemat Bahan Bakar, Peneliti Kembangkan Model Matematis Mutakhir satelit mata-mata india. ©ISRO

Merdeka.com - Untuk melontarkan roket ke luar angkasa ternyata butuh bahan bakar dengan jumlah yang luar biasa.

Sebuah pesawat ulang-alik milik NASA yang akan meluncur ke orbitnya, memerlukan lebih dari 3,5 juta pon bahan bakar. Ini setara dengan sekitar 15 ekor paus biru.

Namun, ada sebuah mesin roket baru bertipe mesin detonasi berputar (rotating detonation engine). Mesin ini menawarkan efisiensi bahan bakar dan memerlukan konstruksi lebih ringan dan sederhana ketimbang mesin roket konvensional.

Masalahnya adalah mesin ini belum dapat betul-betul diterapkan di roket sebenarnya.

Untuk mesin tersebut, melansir Eurekalert via Tekno Liputan6.com, peneliti di University of Washington telah mengembangkan sebuah model matematis yang dapat membantu insinyur mengembangkan pengujian untuk membuat mesin itu lebih stabil.

"Alih-alih mengajukan pertanyaan teknis, seperti bagaimana mendapatkan mesin dengan performa tinggi, saya mencoba menyusun kembali hasil penelitian kami dengan melihat pola kerja mesin itu, dan ternyata ternyata berhasil," ujar James Koch, mahasiswa doktoral di bidang aeronautika dan astronotika di University of Washington.

Baca Selanjutnya: Pembakaran Propelan...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sains
  3. Penelitian Luar Angkasa
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini