Awas, Spyware Pegasus Ancam Pengguna WhatsApp

Selasa, 5 November 2019 17:16 Reporter : Merdeka
Awas, Spyware Pegasus Ancam Pengguna WhatsApp Ilustrasi WhatsApp. ©2019 androidpolice.com

Merdeka.com - Perusahaan mata-mata Israel, NSO Group dituding Facebook melawan tindakan hukum. Apa sebabnya? Dilaporkan CNet, Selasa (5/11), perusahaan itu telah menggunakan spyware bernama Pegasus untuk meretas sejumlah pengguna WhatsApp.

Laporan CNet mengatakan, informasi ini bermula pada laporan di Mei 2019. Facebook meminta NSO Group bertanggung jawab atas peretas yang memasang spyware di ponsel. Saat sistem sypware ini menyusup, target peretasan tidak perlu mengangkat atau mengambil tindakan lain. Artinya, pengguna iPhone dan Android tidak akan menyadari serangan tersebut.

Tuduhan Facebook yang dilayangkan ke NSO Group dibantah. Menurut juru bicara NSO, perusahaannya bertujuan menyediakan teknologi bagi badan intelijen dan penegak hukum pemerintah berlisensi.

"Untuk membantu mereka memerangi terorisme dan kejahatan serius. Teknologi kami tidak dirancang atau dilisensikan untuk digunakan terhadap aktivis hak asasi manusia dan jurnalis. Teknologi ini telah membantu menyelamatkan ribuan nyawa selama beberapa tahun terakhir," katanya.

Meskipun spyware seperti Pegasus dan exploit WhatsApp tidak tersebar luas, malware tersebut digunakan untuk serangan yang ditargetkan pada orang-orang tertentu. WhatsApp mengatakan dengan yakin bahwa sekitar 1.400 orang menjadi sasaran eksploitasi panggilan telepon, termasuk wartawan, pengacara, aktivis hak asasi manusia, pejabat pemerintah, pembangkang politik dan diplomat.

[faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. WhatsApp
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini