Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa saja syarat yang menjadikan sebuah planet bisa dihuni?

Apa saja syarat yang menjadikan sebuah planet bisa dihuni? Ilustrasi planet layak huni. © eso.org

Merdeka.com - Astronom baru-baru ini menemukan tiga planet baru yang menyerupai Bumi, dan mereka memprediksi bahwa tanda-tanda kehidupan alien akan segera muncul dari planet-planet tersebut.

Ilmuwan juga melihat planet ini dengan sedikit berbeda, karena faktanya planet-planet ini tidak mengitari matahari, atau bintang lain yang jadi orbitnya. Alih-alih, mereka justru memadati sebuah orbit yang mengitari sebuah bintang kerdil di sekitar galaksi Bima Sakti, yang berjarak 40 tahun cahaya dari galaksi kita.

Dilansir dari Tech Insider yang mengutip para penemu planet ini, planet ini punya potensi untuk ditinggali.

"Ini adalah planet seukuran Bumi pertama yang punya potensi untuk ditinggali," ungkap seorang astrofisikawan dan salah satu penemu planet ini, Michael Gillon. Dia juga menambahkan kalau dia dan timnya sangat terkejut menemukan planet semacam ini di jarak yang sangat jauh dari Bumi.

Gillion dan para koleganya, yang mempublikasikan penemuan ini du jurnal Nature, menemukan 'trio' planet ini dengan menggunakan teleskop yang bernama Transiting Planets and Planetesimals Small Telescope, atau TRAPPIST yang terletak di La Silla, Chile.

Planet ini ditemukan ketika planet-planet tersebut melintas di antara bintang kecil yang menjadi orbitnya, dan Bumi. Hal ini membuat tiga planet ini memancarkan cahaya redup yang bisa ditangkap sinyalnya oleh teleskop.

Yang jadi pertanyaan kini, apa saja syarat yang membuat sebuah planet bisa dihuni? Berikut ulasannya dalam konteks ketiga planet yang baru ditemukan ini.

3 Planet yang aneh

Meski jaraknya tak terlalu jauh dengan galaksi kita, ternyata mekanisme ketiga planet ini sudah jauh berbeda dengan Bumi dan planet lain yang ada di galaksi kita. Ketiga planet ini mengitari sebuah bintang bernama TRAPPIST-1, yang diberi nama dari teleskop yang menangkapnya. Pusat orbit ini hanya sebesar Jupiter, yang membuatnya jauh lebih kecil dari matahari.

Bintang ini pun tak terang dan bersinar layaknya matahari. Pusat orbit ini justru disebut-sebut sebagai bintang kerdil cokelat, karena ia memancarkan banyak sekali sinar inframerah. Inframerah ini frekuensinya sedikit lebih tinggi daripada yang bisa dilihat manusia. Bahkan secara teknis, bintang ini bukanlah bintang, karena dia hanya terdiri dari gas.

Menurut sang astrofisikawan, jika kita berdiri di atas permukaan planet tersebut, langit dramatis berwarna merah akan kita lihat dengan indah.

Layak huni? Tunggu dulu.

Di planet ini, matahari akan tampak lebih besar karena planet tersebut sangat dekat ke bintang yang menjadi pusat orbit mereka. Jika Bumi butuh waktu satu tahun untuk mengitari matahari, planet baru ini cuma butuh waktu satu setengah hari saja. Sedangkan dua planet lainnya yang terletak sedikit lebih jauh, butuh waktu 2,4 hari untuk bisa berevolusi.

Bisa terbayang satu tahun hanya ditempuh dalam beberapa jam saja?

Perbedaan lain adalah 'matahari' kerdil yang jadi pusat orbit mereka ternyata ribuan kelvin jauh lebih dingin dari matahari. Hal ini membuat planet tersebut sama sekali tidak panas.

Mungkin dari sini planet ini sudah layak untuk dihuni. Namun adakah syarat lain? Mari kita simak kriteria lebih lanjut yang ditentukan oleh para ilmuwan. (mdk/idc)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP