78 persen pembeli online kecewa pada produk belanjaannya

Rabu, 29 Januari 2014 21:23 Reporter : Arif Pitoyo
78 persen pembeli online kecewa pada produk belanjaannya Ilustrasi Belanja Online. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Rakuten mendapati kurang dari seperempat pebelanja online yang betul-betul menuntaskan proses belanja lewat internet.Dalam laporannya yang berjudul Rakuten Smart Shopping Survey juga menemukan 78 persen pembeli online kecewa pada produk belanjaannya.

Mayoritas memilih hanya berselancar dan mencari produk online, tapi sering akhirnya batal membeli lantaran tak jelas apakah penjual atau produknya dapat dipercaya, begitu juga saat mendapati harganya terlalu mahal.

Riset yang dilakukan Rakuten Smart Shopping Survey melibatkan lebih dari dua ribu konsumen di Taiwan, Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Sementara konsumen akan selalu menjadikan harga sebagai faktor sebelum memutuskan untuk berbelanja. Pemilik online shop juga dapat menyediakan tool yang memungkinkan konsumen memberikan rating terhadap online shop tersebut atau produknya.

Rakuten Smart Shopping Survey mendapati bahwa 78 persen pebelanja online kecewa terhadap pembelian mereka, setelah menerima kiriman barangnya. Seperti kasus yang menimpa Ruby Supriadi, 36 tahun, seorang guru sekolah swasta di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Pada tiga tahun lalu, ungkap Rakuten, Ruby memesan souvenir pernikahan dari sebuah toko online pribadi, yang pemilik dan tokonya beralamat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Si pemilik toko ternyata penipu karena barang tak pernah diterimanya sampai kini. Lantaran waktu yang mepet, Ruby akhirnya berbelanja di toko lain, juga toko online independen, yang beralamat di Jakarta.

Tapi barang yang diterima ternyata tak seperti yang terlihat di gambar. Padahal, jumlah barang yang dibelinya banyak. Untungnya toko online itu menerima pengembalian barang. Hanya saja Ruby terlanjur kecewa karena itu sempat mengganggu proses persiapan pernikahannya.

Bagi sebuah toko online, kasus seperti itu adalah publikasi yang buruk. Itu bisa diterjemahkan menjadi penambahan ongkos pengembalian barang, penurunan loyalitas pelanggan, dan terutama penjualan jadi lebih rendah. Foto produk yang berkualitas maupun detil spesifikasi produk juga dapat membantu pembeli merasa lebih aman ketika mengambil keputusan untuk membeli dan memastikan kenyamanan mereka menerima barang yang dipesan.

Tapi itu tak cukup. Anda harus selalu ada dan punya saluran komunikasi yang terbuka dengan pelanggan juga membantu meningkatkan kenyamanan pelanggan. Ruby sendiri menyatakan, saluran komunikasi antara dirinya dan pemilik toko online itu hanya via telepon. Itu pun beberapa kali penjual tak bisa dihubungi.

RBO mendapati sebanyak 40 persen pebelanja online jarang atau bahkan tak pernah berinteraksi dengan toko online tempat mereka berbelanja.

Meskipun toko online sudah menyediakan alamat e-mail untuk menjawab pertanyaan soal produk, penting juga menyediakan saluran yang lain bagi pelanggan supaya bisa berhubungan dengan pemilik toko online, termasuk media sosial seperti Facebook dan kamar chatting langsung, supaya pelanggan potensial dapat menerima jawaban langsung atas pertanyaan mereka.

Baca Juga:

Teknologi semakin maju, aksi penipuan juga semakin marak

Jualan dan belanja online segera diatur dan dikenakan pajak

Cari supplier kaos untuk toko online Anda?

Jaket kulit handmade Indonesia mendunia

Lazada luncurkan promo 'Lifestyle Monday with Mastercard' [ega]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Online Shop
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini