Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Bukti Ilmiah Kalau Perasaan Sedih Itu Baik!

7 Bukti Ilmiah Kalau Perasaan Sedih Itu Baik! Bukti Ilmiah Kalau Perasaan Sedih Itu Baik. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebahagiaan tentu membawa kebaikan. Berbagai hal yang telah terbukti sains sebagai efek dari bahagia adalah meningkatnya sistem kekebalan tubuh, mampu menahan rasa sakit, hingga lebih kebal stress.

Kesedihan sendiri seringkali dianggap tak ada gunanya. Namun ternyata berdasarkan deretan penelitian berbasis ilmu pengetahuan, banyak hal positif yang bisa kita dapat dari bersedih.

Jadi, perasaan sedih bahkan ternyata adalah hal yang baik. Mau tau alasannya? Berikut ulasannya melansir Listverse.

Lebih Baik Dalam Berkomunikasi

dalam berkomunikasiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebuah riset yang diunggah di platform ResearchGate menyebut bahwa orang yang sedang bersedih memiliki kemampuan yang lebih persuasif dalam bercakap-cakap. Orang yang bersedih ini pun lebih baik dalam mempengaruhi pendapat orang lain.

Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa perasaan sedih mengubah bagaimana seseorang memproses sesuatu. Hal ini membuat orang tersebut jadi lebih lugas dan jelas tentang pesan yang ingin dia sampaikan.

Memori yang Lebih Baik

lebih baikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Melansir sebuah penelitian yang dikutip LiveScience, orang yang sedih jauh lebih baik dalam mengingat wajah seseorang. Tak cuma itu, dalam uji memori secara general, seseorang yang sedih juga lebih baik dari orang biasa.

Uniknya, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa perasaan sedih tak membawa ingatan yang lebih baik ini untuk hal-hal yang lebih meluas, seperti ingatan soal obyek tertentu atau pilihan kata. Hal ini makin memperlihatkan bahwa perasaan sedih membuat seseorang baik dalam memori detil seperti mengingat wajah.

Lebih Berempati

7 bukti ilmiah kalau perasaan sedih itu baik!Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penelitian membuktikan bahwa orang yang sedih bahkan depresi, adalah orang lang lebih bisa berempati. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The British Psychological Society, sebuah eksperimen dilakukan kepada mahasiswa dengan depresi ringan untuk menguji empati.

Anak-anak yang depresi ringan ini diperlihatkan deretan foto dan disuruh untuk mengidentifikasi emosi apa yang tergambar dari foto tersebut. Hasilnya, mereka jauh lebih baik soal empati dari orang biasa.

Para peneliti tidak berpikir bahwa kebahagiaan membuat seseorang lebih egois, namun depresi disebut muncul karena adanya sensitivitas berlebih terhadap emosi. Hal ini juga yang merujuk pada tingginya empati.

Berpikir Lebih Baik dan Kritis

baik dan kritisRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Berdasarkan penelitian yang dikutip Medical Express, orang-orang dengan suasana hati yang buruk justru lebih baik dalam fokus, manajemen waktu, dan memprioritaskan tugas.

Namun penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa hal ini hanya terjadi di sebagian orang yang memang lebih sensitif terhadap emosi negatif. Sebaliknya, jika seseorang tersebut orang yang tak kerap bersedih, sebuah kesedihan akan memperburuk kemampuan berpikir kritisnya.

Motivasi yang Lebih Tinggi

lebih tinggiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebuah penelitian yang dikutip oleh Science of People, menyebut bahwa kesedihan adalah alat motivasi yang cukup efektif. Hal ini dikarenakan orang yang sedih lebih terdorong untuk keluar dari situasi mereka, dan punya kemauan tinggi untuk berubah jadi lebih baik daripada orang lain.

Penelitian ini juga menyebut bahwa orang yang bahagia cenderung merasa nyaman dan kurang memiliki kecenderungan untuk mengubah hidupnya dan termotivasi.

Orang Sedih Mampu Membentuk Tim yang Baik

mampu membentuk tim yang baikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebuah penelitian yang dikutip oleh Science Direct menyebut bahwa seorang pemimpin yang sedih, tim yang ia bentuk akan jadi lebih kreatif. Selain soal kreativitas, pemimpin yang sedih mampu membuat tim yang lebih fokus dan baik dalam keputusan jangka panjang.

Perbedaannya dengan pemimpin yang bahagia, tim yang dibentuknya hanya akan baik dalam tugas analitis.

Tak Mudah Dibodohi

dibodohiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Karena internet, media sosial, WhatsApp Group, hingga berita palsu, masyarakat jadi orang yang mudah tertipu. Saat ini jadi lebih mudah untuk mengubah pendapat seseorang hanya dengan persebaran informasi palsu.

Sebuah penelitian yang dikutip Science Direct, orang yang sedih jauh lebih baik dalam mendeteksi informasi palsu. Hal ini dikarenakan mereka jadi lebih skeptis, sehingga jauh lebih baik dalam mendeteksi penipuan secara umum.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP