Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

21 Desember 2022, Fenomena Solstis Terjadi di Indonesia. Berbahayakah?

21 Desember 2022, Fenomena Solstis Terjadi di Indonesia. Berbahayakah? Ilustrasi matahari. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Fenomena Solstis sedang menjadi pembicaraan masyarakat saat ini. Fenomena ini sederhananya adalah peristiwa astronomis murni yang terjadi pada hari ini 21 Desember 2022. Belakangan ini Solstis menjadi ramai lantaran imbauan dari orang tak bertanggung jawab untuk tidak keluar rumah.

Lantas, apakah fenomena ini berbahaya bagi manusia?

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin mengatakan solstis adalah fenomena yang biasa. Dampaknya pun tidak seseram yang dinarasikan menyesatkan.

"Sekalipun di hari terjadi solstis ini ada letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami maupun banjir rob, fenomena-fenomena tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan solstis," kata Andi dalam tulisannya berjudul ‘Fenomena Astronomis Solstis, Berbahayakah?’ dikutip dari situs resmi Edukasi Sains Antariksa BRIN, Rabu (21/12).

Dilanjutkan Andi, untuk fenomena gunung berapi hingga tsunami itu lebih disebabkan oleh aktivitas vulkanologis, seismik, oseanik, dan hidrometeorologi. Solstis sendiri pada dasarnya berdampak pada gerak semu Matahari ketika terbit, berkulminasi dan terbenam, hingga radiasi Matahari yang diterima permukaan Bumi.

"Karenanya, fenomena ini hanya memengaruhi panjang siang dan malam, serta pergantian musim Bumi," ungkap dia.

Maka itu, ia mengatakan bahwa masyarakat tak perlu risau dengan fenomena ini. Dia pun meminta agar tak perlu dipedulikan narasi-narasi yang menyesatkan tentang hal-hal yang belum jelas sumbernya. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP