Nuklir untuk Listrik Indonesia
-
Ekonomi •DPD Dorong Pembangunan Pembangkit Nuklir di Kalimantan BaratDPD menilai pembangunan Pembangkit Tenaga Nuklir sebagai langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam melakukan ekspor sumber daya alam dalam bentuk semi-finishing product atau finishing product.
-
Ekonomi •Harga Mahal Alasan Jonan Belum Lirik Nuklir untuk Listrik IndonesiaPemerintah belum melirik nuklir untuk listrik Indonesia. Sebab, Biaya Pokok Produksi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) masih mahal dibanding yang lain. Menurut Menteri Jonan, Rosatom mengajukan Biaya Pokok Produksi PLTN sebesar 12 sen per kilo Watt hour (kWh).
-
Ekonomi •Kata Kepala BATAN soal peluang kehadiran pembangkit listrik tenaga nuklir di RIKepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, pada Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi nuklir masih dijadikan pilihan terakhir dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Padahal, berbagai studi dan kajian terhadap perencanaan pembangunan PLTN telah selesai dilakukan.
-
Ekonomi •BATAN nilai penggunaan energi nuklir unggul dari aspek ramah lingkunganKepala Bidang Diseminasi Badan Tenaga Nuklir Nasional Indonesia (BATAN), Dimas Irawan, mengatakan bahwa nuklir memiliki beberapa keunggulan dibanding sumber energi yang lain. Salah satunya ramah lingkungan. Selain itu juga, biaya operasinya kompetitif.
-
Ekonomi •Penjelasan lengkap Wamen Arcandra soal peluang nuklir jadi tenaga pembangkit listrikArcandra melanjutkan, Indonesia juga belum memiliki teknologi memadai untuk pembangunan listrik tersebut. Bahkan, menurut penelitian butuh waktu 10 tahun untuk dapat membuat teknologi yang tepat. Rusia sudah pernah melakukan penelitian di Jakarta. Hasilnya, PLTN lebih mahal.
-
News •BAPETEN yakinkan tenaga nuklir aman digunakanBAPETEN menggandeng International Atomic Energy Agency (IAEA) yang merupakan institusi induk dunia yang mengatur pemanfaatan tenaga nuklir, baik untuk militer maupun non militer. BAPETEN ingin meyakinkan para pengambil kebijakan bahwa pemanfaatan tenaga nuklir aman bila digunakan sesuai prosedur.
-
Ekonomi •Kebutuhan dunia pada pembangkit nuklir terus meningkat di masa depanKebutuhan dunia pada pembangkit nuklir terus meningkat di masa depan. IAEA memperkirakan pertumbuhan pembangkit tenaga nuklir mencapai 42 persen pada 2030, 42 persen di 2030, dan 123 persen pada 2050. Pertumbuhan tertinggi diperkirakan pada Asia Tengah dan Timur.