KAA
-
News •Pakar Ungkap Relevansi KAA Tetap Hidup, Namun Terganjal Kepentingan Elite GlobalMeski telah berusia 71 tahun, semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) dinilai tetap relevan. Namun, implementasinya kerap terhambat kepentingan elite di tengah dinamika global.
-
Politik •Hasto Kristiyanto: PDIP Kritik Pemerintah Wujud Cinta Tanah Air, Bukan Ingin GagalSekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa PDIP Kritik Pemerintah adalah bentuk kasih sayang terhadap negara, bukan keinginan untuk melihat kegagalan, sekaligus menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat.
-
News •Dasasila Bandung: Kompas Moral Indonesia di Tengah Polarisasi GlobalDasasila Bandung, warisan Konferensi Asia Afrika 1955, kembali relevan sebagai kompas moral bagi Indonesia dan dunia di tengah polarisasi global yang kian mengancam tatanan multilateral.
-
News •Pakistan Tegaskan Dukungan Kuat untuk Solusi Dua Negara PalestinaDuta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap solusi dua negara sebagai jalan maju penyelesaian konflik Palestina-Israel, sebuah dukungan penting bagi perdamaian.
-
Politik •Megawati Serukan Geopolitik Anak Muda: Ternyata KAA Ubah Sejarah Dunia!Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyerukan pentingnya pemahaman **geopolitik anak muda** demi kemanusiaan dan kesetaraan. Mengapa ini krusial?
-
Politik •Megawati: Mengapa Etika Kecerdasan Buatan Penting? Dunia Butuh 'Super-Moral Power' di Era AIKetua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya Etika Kecerdasan Buatan. Ia menyerukan dunia membutuhkan 'super-moral power' untuk menyeimbangkan teknologi dan kemanusiaan.
-
Politik •Tahukah Anda? Megawati Ziarah Makam Bung Karno dan Buka Seminar Peringatan 70 Tahun KAA di BlitarMegawati Soekarnoputri berziarah ke makam Bung Karno dan membuka seminar internasional peringatan 70 Tahun KAA di Blitar, menegaskan kembali relevansi semangat Asia-Afrika.
-
Dunia •Hasil Survei: Negara-Negara Selatan Tidak Lagi Melihat AS Sebagai Pelindung Tatanan DuniaDi sisi lain, pandangan terhadap China positif. Brazil memiliki 77%, dan Afrika Selatan 73% responden yang memberi nilai positif terhadap pengaruh China.