Aceh
-
5Foto •Tradisi Kuah Beulangong Meriahkan Maulid Nabi di AcehAroma kari dari kuali besar menjadi bagian dari suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Aceh melalui tradisi memasak kuah beulangong secara bersama-sama. Sejumlah pria memasak hidangan tersebut di Banda Aceh, Selasa (25/8/2026). Kuah beulangong merupakan kuliner tradisional Aceh Besar yang menggunakan daging sapi, kambing, atau kerbau. Disebut beulangong karena dimasak menggunakan belanga atau kuali besar. Proses memasaknya memerlukan waktu sekitar dua jam dan dapat menghasilkan hingga 200 porsi untuk disantap bersama warga.
-
5Foto •Peringatan 21 Tahun MoU Helsinki di Banda Aceh Berakhir Ricuheringatan 21 tahun perjanjian damai Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berubah ricuh setelah sejumlah massa berupaya mengibarkan bendera bulan bintang. Aparat TNI yang berjaga melarang aksi tersebut hingga terjadi ketegangan dan tembakan peringatan. Massa kemudian melempari aparat dengan batu dan benda lainnya. Polisi menggunakan semprotan air serta gas air mata untuk mengendalikan situasi setelah imbauan melalui pengeras suara tidak diindahkan.
-
4Foto •Aksi Pemanjat Tebing di Lhoknga Aceh Sambut HUT Ke 81 Republik IndonesiaPemanjat menaiki dinding tebing terjal saat pemasangan bendera Merah Putih di kawasan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Aceh pada Kamis 13 Agustus 2026. Aksi menguji adrenalin di ketinggian tersebut diselenggarakan khusus untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkan jiwa nasionalisme masyarakat melalui aksi kebangsaan yang unik.
-
5Foto •Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Balita di Acehejumlah bayi mengikuti pemeriksaan kesehatan bulanan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Banda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan memberikan suplemen vitamin A sebagai bagian dari layanan pemenuhan kebutuhan kesehatan anak. Posyandu juga menyediakan penimbangan balita, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, serta penyuluhan mengenai gizi. Pelayanan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan anak dan mendukung
-
6Foto •Keseruan Ratusan Siswa Bermain Permainan TradisionalRatusan siswa SD se-Aceh Besar memeriahkan Festival Permainan Tradisional Anak di Desa Wisata Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). Berbagai permainan rakyat, seperti engklek, tarik tambang, hadang, galah, dan lari balok dimainkan dalam kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, sportivitas, dan pendidikan karakter anak.
-
4Foto •Mentari Pagi Menyinari Sawah Produktif Aceh BesarFoto udara memperlihatkan hamparan sawah saat matahari terbit di Samahani, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (24/7/2026). Dinas Pertanian Aceh Besar menyalurkan bantuan benih padi gratis untuk areal seluas 5.084 hektare yang didanai melalui APBA dan APBN guna meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan. Berdasarkan data Dinas Pertanian Aceh Besar, wilayah tersebut memiliki 14.138 hektare sawah irigasi dan 8.053 hektare sawah tadah hujan.
-
5Foto •Kenduri Laut Hidupkan Tradisi Pesisir AcehPerayaan tradisi kenduri laut di Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026), berlangsung semarak dengan pawai kapal hias dan penampilan tari Rapai Geleng. Tradisi yang diikuti nelayan wilayah Panglima Laot Lok Kuala Cangkoi dan warga ini menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir untuk mengungkapkan rasa syukur, memanjatkan doa bagi keselamatan nelayan, serta mempererat silaturahmi.
-
6Foto •Ratusan Ribu Pohon Ditanam di DAS Peusangan AcehRelawan peduli lingkungan menanam pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (18/7/2026). Kementerian Kehutanan bersama WWF Indonesia dan CRU DAS Peusangan menanam 250.000 pohon di lahan seluas 147,5 hektare sebagai bagian dari rehabilitasi kawasan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis DAS serta menjaga keberlanjutan sumber daya air.
-
6Foto •Lahan Bekas Lumpur Banjir Bandang Jadi Areal Pertanian Produktif di Pidie JayaAnggota Kelompok Tani Jaya menyiram tanaman bawang merah dan cabai di lahan bekas timbunan lumpur di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (17/7/2026). Puluhan hektare lahan yang tertimbun lumpur akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dikembangkan kembali untuk budidaya bawang merah, jagung, dan cabai. Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Universitas Syiah Kuala, Bank Indonesia, dan kelompok tani guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.