Dulunya Petani, Ini Fakta Jeka Saragih Petarung Indonesia Pertama di UFC
Merdeka.com - Baru-baru ini nama Jeka Saragih mencuat ke publik berkat torehan prestasinya di kancah olahraga internasional. Ia menjadi sorotan saat meraih kemenangan melawan petarung asal Korea Selatan, Ki Won-Bin pada babak semifinal Road to UFC (Ultimate Fighting Championship) yang berlangsung di Abu Dhabi pada bulan Oktober 2022 lalu.
Atas kemenangan itu, Jeka pun lolos ke babak final Road To UFC. Ia menjadi orang Indonesia pertama yang bisa unjuk gigi di ajang seni bela diri Internasional. Jeka pun melakoni laga final Road to UFC melawan petarung asal India, Anshul Jubli.
Pada laga ini, Jeka Saragih harus menelan kekalahan telak dari Anshul Jubli yang bertubi-tubi melancarkan serangan terhadapnya. Bahkan, Jeka pun tidak mampu melawan balik Jubli, akhirnya laga itu berakhir dengan TKO (Technical Knock Out) dan petarung asal India yang keluar sebagai juara.
Menariknya, meski kalah di final road to UFC, Jeka Saragih mendapat kontrak dari UFC. Berikut fakta menarik Jeka Saragih.
Dulunya Seorang Petani

Liputan6.com ©2022 Merdeka.com
Jeka Saragih ini punya julukan "Si Tendangan Maut". Berkat gaya tendangannya yang selalu memukau. Pria yang akrab disapa Jeka ini lahir di Dusun Bah Pasussang, Simalungun, Sumatera Utara.
Sebelum terjun di dunia tarung bebas, pria yang memiliki keturunan darah Batak ini dulunya bekerja sebagai seorang petani. Selain sebagai petani, Ia juga sempat menjadi seorang buruh galangan kapal di sebuah perusahaan untuk mencari penghasilan tambahan.
Jeka dulunya tidak direstui oleh kedua orang tuanya untuk berkarir di ajang olahraga tarung bebas tersebut.
Bela Diri Sejak Kecil
Sejak dini, Jeka sudah tertarik untuk berkecimpung di dunia olahraga bela diri. Hal ini dibuktikan dengan dirinya menjadi atlet jebolan dari Batam Fighter Club. Meski memiliki latar belakang sebagai orang desa, Jeka tidak mengurungkan niatnya untuk menjadi fighter terbaik.
Tak hanya itu, Jeka sendiri dalam menempuh perjalanan karier sebagai petarung tidak lepas dari kondisi perekonomian keluarga yang menengah ke bawah. Hal ini justru menjadi motivasi dirinya untuk semangat berlatih.
Selama berkarir, Jeka sempat memulai pertandingan di ajang internasional pada tahun 2013 yang digelar di negara Filipina. Namun dirinya belum berhasil menang.
Meniti Karir dari Wushu

Instagram/jekasaragih ©2023 Merdeka.com
Pria kelahiran 3 Juli 1995 itu pada awalnya memulai karier dari cabang olahraga Wushu sejak tahun 2013. Setelah menimba ilmu dari seni bela diri Wushu, Jeka meraih kemenangan di Kejuaraan Nasional di Yogyakarta.
Karir gemilang kembali ditorehkan Jeka pada tahun 2016, dirinya membawa nama Provinsi Sumatera Utara untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan di Jawa Barat.
Setahun setelahnya, sosok Jeka Saragih sudah mulai terdengar di telinga pecinta olahraga bela diri maupun masyarakat Indonesia saat berhasil menjadi juara di ajang MMA (Mix Martial Art) pada tahun 2017.
Bersinar di UFC

Instagram/jekasaragih ©2023 Merdeka.com
Nama Jeka Saragih kembali harum pada saat ajang olahraga bela diri yang sudah terkenal di dunia yaitu Ultimate Fighting Championship (UFC). Secara mengejutkan, dirinya berhasil mengalahkan petarung asal Korea Selatan Ki Won-Bin dengan telak.
Lalu, dirinya kembali tampil di final Road to UFC yang akan memperebutkan kontrak untuk bermain di salah satu promotor terbesar dalam olahraga Mix Martial Art (MMA) itu. Jeka bertemu petarung asal India, Anshul Jubli.
Pada pertandingan final itu, animo masyarakat Indonesia untuk mendukung Jeka Saragih di ajang internasional begitu tinggi. Namun sayang, Jeka harus menelan pil pahit karena kalah telak melawan petarung asal India tersebut.
Meskipun menelan kekalahan, Jeka Saragih berhasil membuktikan bahwa dirinya telah menjadi salah satu atlet bela diri terbaik yang di miliki Indonesia dan pastinya mengharumkan tanah kelahirannya. Bahkan, dirinya menjadi satu-satunya petarung asal Indonesia yang bermain di ring UFC kali ini.
Jeka Saragih Jadi Petarung Indonesia Pertama di UFC
Menelan kekalahan di babak final menjadi mimpi buruk bagi Jeka Saragih, lantaran peluang untuk di kontrak oleh UFC sangatlah kecil. Namun, takdir berkata lain, Jeka akhirnya tetap di kontrak oleh UFC selama lima tahun.
Jeka Saragih menorehkan sejarah baru untuk Indonesia, karena dirinya menjadi atlet pertama yang sudah menandatangani kontrak bersama salah satu promotor terbesar tersebut.
Kabar ini mencuat saat Mola Sports baru-baru ini mengumumkan jika Jeka akan tetap bergabung dengan UFC. Dalam cuplikan video tersebut, Jeka didampingi bersama manajernya Graham Boylan tanda tangan kontrak.
View this post on Instagram (mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya