Kabinet merupakan komponen penting dalam struktur pemerintahan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan dan administrasi negara.
Advertisement
Kabinet yang dibentuk di era kemerdekaan ini menjadi kabinet kesembilan yang penting bagi sejarah roda pemerintahan di Indonesia.
Kabinet merupakan komponen penting dalam struktur pemerintahan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan dan administrasi negara.
Dalam sistem pemerintahan, kabinet terdiri dari para menteri yang dipilih oleh kepala negara atau kepala pemerintahan untuk mengelola berbagai departemen dan kementerian.
Setiap kabinet memiliki tugas utama untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan negara, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pertahanan.
Berikut sejarah singkat penetapan Kabinet Hatta II yang merdeka.com lansir dari berbagai sumber:
Advertisement
Sebelum membahas tentang Kabinet Hatta II, penting memahami apa itu kabinet. Kabinet adalah kelompok pejabat pemerintah yang terdiri dari para menteri yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menjalankan berbagai aspek administrasi dan kebijakan negara.
Biasanya dipimpin oleh seorang perdana menteri atau presiden, kabinet berfungsi sebagai badan eksekutif yang membuat keputusan penting terkait dengan kebijakan publik, legislasi, dan administrasi negara.
Setiap menteri dalam kabinet biasanya memimpin kementerian atau departemen tertentu, seperti kesehatan, pendidikan, pertahanan, dan ekonomi, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan di bidang tersebut.
Sebagai inti dari pemerintahan, kabinet juga bertindak sebagai penasihat utama bagi kepala negara atau kepala pemerintahan. Dalam sistem parlementer, kabinet diharapkan untuk memimpin dan mengelola pemerintah secara efektif serta bertanggung jawab kepada parlemen.
Komposisi dan struktur kabinet dapat bervariasi tergantung pada sistem pemerintahan yang berlaku di suatu negara, namun fungsinya tetap sama yaitu untuk merumuskan, melaksanakan, dan menilai kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.
Advertisement
Advertisement
Kabinet Hatta II adalah susunan kabinet ke-9 yang dibentuk pada era perjuangan kemerdekaan. Kabinet yang bekerja dari 4 Agustus 1949 hingga 14 Desember 1949 ini dipimpin oleh Bung Hatta.
Kabinet yang dipimpin oleh Mohammad Hatta ini dibentuk setelah para pemimpin Indonesia, yang ditangkap oleh pasukan Belanda setelah Agresi Militer Belanda II, kembali ke ibu kota Yogyakarta.
Pada 6 Agustus 1949, Bung Hatta berangkat untuk Konferensi Meja Bundar. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 10/A/1949, Menteri Pertahanan Hamengkubuwana IX ditugaskan sebagai pelaksana tugas Perdana Menteri.
Selain itu, HB IX juga bertugas sebagai pelaksana tugas Menteri Luar Negeri selagi Agus Salim tidak dapat melaksanakan tugasnya mulai 21 Oktobe. Sejak 1 Desember, dr. Johannes Leimana menggantikan Menteri Kesehatan ad interim dr. Surono, menyisakan hanya dua menteri.
Advertisement
Presiden : Ir. Soekarno
Wakil Presiden : Drs. Mohammad Hatta
Perdana Menteri : 1. Drs. Mohammad Hatta
2. Sjafruddin Prawiranegara pengganti sementara
Dasar Pembentukan : —
Masa Bakti : 4 Agustus 1949 s.d 20 Desember 1949
Jumlah Kementerian : 17
Susunan :
1. Menteri Luar Negeri : Agus Salim
2. Menteri Dalam Negeri : Wongsonegoro
3. Menteri Pertahanan : Sri Sultan Hamengkubuwono IX
4. Menteri Kehakiman : Susanto Tirtoprodjo
5. Menteri Penerangan : Samsuddin
6. Menteri Keuangan : Lukman Hakim
7. Menteri Pengadaan Makanan Rakyat : I.J. Kasimo
8. Menteri Kemakmuran : I.J. Kasimo
9. Menteri Perhubungan : H. Laoh
10. Menteri Pekerjaan Umum : H. Laoh
11. Menteri Perburuhan/Sosial : Kusnan
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : S. Mangunsarkoro
13. Menteri Agama : Masjkur
Advertisement
14. Menteri Kesehatan (Ad Interim) : 1. Suroso diberhentikan t.m.t 1 Desember 1949
2. J. Leimena diangkat t.m.t 1 Desember 1949
15. Menteri Negara : Sukiman Wirjosandjojo
16. Menteri Negara : Djuanda
17. Menteri Negara : J. Leimena
Advertisement
Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902. Pria asal Bukittinggi ini memiliki jasa besar bagi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda.
Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.
Kemudian pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya pada 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.
Pada 14 Maret 1980 silam, sang proklamator itu mengembuskan napas terakhir.
Kepergian Mohammad Hatta menjadi duka yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia.
Meski telah tiada, perjuangan serta jasa-jasanya akan terus dikenang dan dijadikan inspirasi oleh masyarakat Indonesia. Sepanjang hidupnya, Mohammad Hatta dikenal sebagai salah seorang pemimpin yang sederhana, cerdas, dan jujur.
Advertisement