Mengenal Marandang untuk Sambut Ramadan, Tradisi Masyarakat Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu

Bedanya memasak rendang untuk sambut Ramadan adalah masakannya akan disajikan untuk santap sahur pertama.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengenal Marandang untuk Sambut Ramadan, Tradisi Masyarakat Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu
Mengenal Marandang untuk Sambut Ramadan, Tradisi Masyarakat Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu (Merdeka.com)

Mengenal Marandang untuk Sambut Ramadan, Tradisi Masyarakat Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu

Bedanya memasak rendang untuk sambut Ramadan adalah masakannya akan disajikan untuk santap sahur pertama.

Masakan rendang tentu sudah menjadi identitas paling utama bagi masyarakat Minangkabau. Setiap ada momen hari besar, masakan ini wajib tersaji di atas meja makan.

Sebagian orang akan menyajikan rendang ketika momen Idulfitri atau Lebaran. Namun, berbeda dengan masyarakat asli Minangkabau. Bagi mereka, memasak rendang juga wajib dilakukan ketika menyambut bulan Ramadan.

Rendang yang dimasak menggunakan bahan utama daging sapi ini biasanya sudah tercium aromanya ketika memasuki h-1 atau h-2 Ramadan. Masyarakat berbondong-bondong memasak olahan rendang untuk disantap bersama.

Masyarakat setempat menyebut tradisi memasak rendang dalam menyambut bulan Ramadan adalah Marandang. Momen ini sangat ditunggu-tunggu karena akan menjalani puasa selama 30 hari penuh.

Jadi Menu Utama

Dalam masyarakat Minang, terdapat tradisi Malamang yang dilaksanakan secara turun-temurun dalam menyambut acara atau hari-hari besar. Namun, Marandang juga tidak bisa lepas dari kegiatan rutin masyarakat setiap tahunnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip beberapa sumber, proses Marandang masih sama dengan memasak rendang pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah masakan rendang ini biasa disajikan ketika sahur pertama.

Dimasak Perlahan

Setiap proses memasak sangatlah penting karena menentukan rasa yang dihasilkan. Hal tersebut berlaku dalam memasak rendang khas Minang ini. Biasanya, masyarakat setempat akan memasak dengan kuali besar dan menggunakan api kecil.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam satu kuali besar, kira-kira bisa diisi sebanyak 5 sampai 6 kilogram daging segar. Tak lupa, bumbu serta rempah-rempah pilihan juga di masak bersama dagingnya agak meresap sempurna.

Makanan yang dinobatkan sebagai kuliner terlezat di dunia ini dimasak dalam waktu yang cukup lama. Selain menggunakan api kecil, memasak rendang bisa menghabiskan waktu sekitar 5 jam dan harus terus diaduk.

Momen Silaturahmi

Setiap jengkal proses dari Marandang ini mengandung makna yang dalam konteks sosial. Ya, momen ini menjadi ajang untuk bersilaturahmi antar sesama serta membangkitkan semangat kekeluargaan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengapa tidak, setiap memasak rendang ini biasa disambi dengan bercakap-cakap dan bersenda gurau bersama. Maka dari itu, melalui tradisi Marandang ini menciptakan suasana yang hangat dan sangat kental.

Rekomendasi