Mengenal Songket Silungkang, Kain Tradisional yang Jadi Simbol Identitas Masyarakat Minangkabau

Kerajinan kain tradisional yang satu ini tak hanya sarat dengan makna, melainkan juga menjadi identitas dari masyarakat Sumatera Barat.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengenal Songket Silungkang, Kain Tradisional yang Jadi Simbol Identitas Masyarakat Minangkabau
Mengenal Songket Silungkang, Kain Tradisional yang Jadi Simbol Identitas Masyarakat Minangkabau (Merdeka.com)

Pulau Sumatera memiliki beragam kesenian tradisional yang tentunya tak kalah indah dengan daerah-daerah lainnya. Bukan hanya di bidang tarian dan musik, hasil kerajinan pun juga tidak kalah menarik untuk diulas lebih mendalam.

Salah satu kerajinan tradisional kebanggaan masyarakat Minangkabau dan Sumatera Barat yaitu kain Songket Silungkang.

Mungkin kebanyakan orang sudah tak asing dengan istilah 'Songket', akan tetapi ada ragam jenis model yang menggunakan teknik tersebut.

Melansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Songket adalah hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang dengan cara "mengait" atau "mencungkil". Istilah ini tak lepas dari teknik dan metode pembuatannya yang mengaitkan dan mengambil benang dalam jumlah tertentu.

Kain Songket Silungkan juga kerap digunakan oleh masyarakat Minangkabau dalam bentuk kain, sarung, sampai selendang pada saat acara-acara adat dan juga pernikahan.

Kilas Balik Songket Silungkang

Terkait sejarah dan asal-usul dari kain Songket Silungkang ini masih belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa spekulasi bahwa teknik pembuatan kain ini dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang kemudian tersebar di wilayah Silungkang.

Ada pula yang mengaitkan dengan teknik Silungkang sudah diwariskan dari nenek moyang mereka. Pada abad ke-6 nenek moyang mereka sudah membawa kepandaian dalam menenun dari nagari Priangan.

Nagari Priangan sendiri adalah sebuah tempat para pedagang India bermukim untuk menunggu hasil produksi emas yang datang dari daerah Saruaso.

Melambangkan Status Sosial

Bukan hanya sebagai kerajinan tradisional saja, kain Songket Silungkang juga berkaitan dengan simbol dari status sosial seseorang. Teknik menenun bagi orang Minangkabau khususnya perempuan tentunya sangat dipertaruhkan reputasinya.

Kenapa demikian? jika aktivitas menenun merupakan pekerjaan perempuan, apabila tidak bisa menenun, maka pantaslah dirinya untuk malu. Selain itu, semakin banyak jumlah kepemilikan songket, tentu saja status sosialnya semakin tinggi.

Ragam Motif

Melansir dari beberapa sumber, ada beberapa jenis motif yang tersemat di Songket Silungkang ini. Pertama ada, motif itik pulang patang yang menggambarkan yang berjalan berurutan untuk pulang pada petang hari.

Itik juga melambangkan kerja keras dalam memperoleh rezeki sejak pagi dan mensyukurinya di petang hari. Sikap seperti ini sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Minangkabau.

Kedua, ada motif pucuak rabuang. Motif ini bergambar pucuk rebung. Biasanya motif ini ada di bagian bawah sarung dan pada ujung selendang. Motif ini melambangkan bahwa kehidupan merupakan sesuatu hal yang bermanfaat dan tidak untuk disia-siakan.

Penggambaran ini disimbolkan dalam kehidupan tumbuhan bambu yang dimulai dari rebung.

Rekomendasi