Mengenal Tatak Moccak, Seni Tari Tradisional Bela Diri Khas Pakpak

Kabupaten Pakpak memiliki beragam budaya dan tradisi yang unik dibahas. Salah satunya yaitu tari tradisional yang mengedepankan seni bela diri yang bernama Tatak Moccak.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengenal Tatak Moccak, Seni Tari Tradisional Bela Diri Khas Pakpak
Tatak Moccak, Seni Tari Bela Diri Khas Pakpak. ©2023 Merdeka.com

Pakpak Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatra Utara. Wilayah ini terletak di dataran tinggi Bukit Barisan dan merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Sumatra Utara.

Sebagian masyarakat Kabupaten Pakpak Barat beretnis suku Pakpak yang masih tergolong dalam subsuku Batak. Banyak sekali tradisi dan budaya yang ada di Pakpak Barat, salah satunya yaitu Tatak Moccak.

Melansir dari cagarbudaya.sumutprov.go.id, kata "Moccak" diambil dari bahasa Pakpak yang artinya "Pencak Silat". Maka, Tatak Moccak adalah seni tradisional yang menggambarkan gerakan bela diri atau "Pencak Silat" yang mengutamakan keindahan dari gerak tubuh yang harmonis.

Penasaran dengan seni tari tradisional khas Pakpak Barat yang satu ini? Simak ulasannya berikut ini.

Seni Bela Diri

Setiap gerakan tari Tatak Moccak digambarkan seperti jurus-jurus menggunakan tangan kosong dan setiap gerakan yang dipraktikkan sudah ditentukan terlebih dahulu. Tentunya setiap penari Tatak Moccak harus memiliki keahlian khusus dalam memperagakan tarian tersebut.

Saat ini, tarian Tatak Moccak sering ditampilkan saat penyambutan tamu atau tokoh-tokoh adat dari dalam daerah maupun luar daerah Pakpak dan sebagai sarana hiburan pada acara tertentu. Artinya, seni tari ini sudah melekat dalam identitas kebudayaan lokal.

Selain itu, Tatak Moccak ini berfungsi sebagai media menjaga diri dari bahaya mengancam. Uniknya, setiap gerakan yang ditampilkan itu memiliki sifat dinamis dan berstruktur sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Melatih Kerja Sama

Melansir dari buku "Tarian Pencak Silat dari Pakpak, Tatak Moccak" karya Muhammad Liyansyah, selain menggambarkan pertahanan diri dalam keadaan bahaya, tari Tatak Moccak juga mampu melatih kerja sama dalam masyarakat.

Hal ini kembali lagi dari teknik tarian Tatak Moccak yang mengandalkan gerakan dinamis namun teratur. Maka, setiap penari harus menciptakan gerakan yang sama agar terlihat kompak dan memiliki daya tarik bagi orang yang melihatnya. Setiap penari juga dituntut harus menjalin komunikasi yang baik agar terciptanya gerakan yang baik dan menghibur.

Maka dari itu, sebelum pertunjukan dimulai, para penari harus latihan yang cukup disiplin baik dari pemain musik (pengiring) dan juga penarinya. Setiap pemain akan dilatih dengan kesabaran, konsentrasi, dan juga kepercayaan diri.

Identitas Masyarakat Pakpak

Eksistensi tari tradisional ini begitu melekat di dalam diri masyarakat Pakpak. Karena tarian ini kerap hadir di berbagai acara adat masyarakat Pakpak hingga sebagai sarana hiburan. Seperti dalam upacara Menanda Tahun, Tatak Moccak ditampilkan sebagai bentuk sambutan kepada tamu yang terhormat seperti Bupati atau Gubernur.

Meskipun tarian ini dikenal masyarakat, rupanya Tatak Moccak juga tergantung dari para pemainnya yang mayoritas pesilat-pesilat Pakpak. Seiring berjalannya waktu, guru-guru yang bisa mengajarkan tarian ini semakin sedikit, dikhawatirkan jika generasi penerusnya bisa terputus.

Cara utama untuk menjaga dan merawat Tatak Moccak dengan selalu menghadirkan pada saat kegiatan-kegiatan daerah atau menyelenggarakan festival budaya Pakpak yang mampu menjadi daya tarik para anak-anak muda Pakpak untuk mempelajari kesenian yang satu ini.

Rekomendasi