Akbar Pera Baharudin atau lebih dikenal dengan sapaan Ajudan Pribadi mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, selebgram tajir itu baru saja diamankan kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1,3 miliar lebih.
Sebelumnya, Ajudan Pribadi dikenal oleh publik karena kontennya yang kerap memperlihatkan kehidupan yang glamor di Instagram pribadinya, mulai dari naik pesawat jet pribadi, hingga bergaul dengan sederet orang penting Tanah Air. Kendati demikian, Ajudan Pribadi dikenal dengan pribadinya yang humoris dan kerap mengundang gelak tawa publik.
Namun siapa sangka, sebelum menjadi sukses, rupanya Ajudan Pribadi pernah hidup susah dan pernah bekerja sebagai kuli hingga pekerjaan keras lainnya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perjalanan hidup Ajudan Pribadi dari kuli hingga tenar di kalangan orang-orang penting hingga artis Tanah Air.
Advertisement
Kuli Bangunan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Ajudan Pribadi pernah bekerja sebagai kuli bangunan. Saat itu, usianya masih belasan tahun. Faktor ekonomi yang rendah membuat dirinya dipaksa berhenti sekolah dan bekerja untuk mencari uang demi menyambung hidup.
"Iya pedes banget hidup saya, dulu saya engga sekolah. Sekolahnya sampai kelas 2 SMP saja. Orangtua saya enggak bisa biayai," ujar Ajudan Pribadi saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Denny Cagur.
"Di situlah awal pertama punya motor. Saya cicil motor dari kuli bangunan. Saya umur 14 tahun jadi kuli bangunan. Dua tahun saya jadi kuli," tambahnya.
Jadi Pemulung
Tak hanya menjadi kuli, Ajudan Pribadi pernah menjadi pemulung saat duduk di bangku sekolah dasar. Tak sendiri, Ajudan Pribadi kecil melakukan hal tersebut bersama neneknya.
"Pernah jadi pemulung waktu kelas 6 SD. Saya ngambil ngambilin-barang (bekas)," ucap Akbar.
Advertisement
Jualan Kacang dan Tukang Pijit
Ajudan Pribadi juga sempat berjualan kacang di dekat lapangan golf di kota kelahirannya di Makassar. Nasibnya pun berubah usai ia kerap diminta untuk memijat orang-orang kaya usai bermain golf. Karena kemampuan memijatnya itu, ia bertemu dengan bos yang kini menjadi majikannya hingga pada akhirnya dirinya dibawa ke Jakarta.
"Jual kacang dulu di lapangan golf di Makassar. Jadi dagang kacang sambil mijit. Kalau main golf cape kan harus dipijit dulu. Yang kedua dia (bos) ngomong 'enak juga pijit kamu'. Kemudian dia ngomong 'Nomor kamu berapa'. Aku kasih tukeran nomor HP sama bos yang dipijit itu," tuturnya.
"Lama-lama dia datang ke Makassar telepon aku. Lama lama ngobrol lah, dia menawarkan 'Kamu mau ikut ke Jakarta'. Ada tujuh saudaranya bos itu setujui saya ikut ke Jakarta," sambungnya.
Tukang Bersih-Bersih
Tak hanya menjadi tukang pijat saja, Ajudan Pribadi sempat menjadi tukang bersih-bersih di rumah majikannya. Hingga pada akhirnya, ia pun resmi dijadikan ajudan oleh atasannya lantaran ajudan yang sebelumnya bermasalah dan dipecat.
"Jadi tahun 2017 saya ke Jakarta, baru banget dua tahun yang lalu. Sebelumnya diperbantukan buat tukang bersih-bersih. Awalnya enggak langsung jadi ajudan. Ajudan satu ini suka curi dolar enggak jujur, jadi dipecat. Mau cari ajudan militer polisi engga mau dia (majikan). Akhirnya saya jadi ajudan," ucapnya.
Advertisement
Ikut dengan Bos
Semenjak diangkat menjadi ajudan pribadi, Akbar pun kerap ikut ke mana pun bosnya pergi. Tak lupa, dirinya mengabadikan momen ketika berada di tempat-tempat megah hingga berfoto dengan barang-barang mewah milik bosnya, seperti mobil hingga jet pribadi.
"Di situlah kadang kadang norak. Namanya bos serba mewah. Saya foto-foto di mobil mewahnya, jet pribadi. Saya udah keliling negara naik jet pribadi ke Malaysia, Prancis, Jepang, Polandia, Rusia, Dubai," ucapnya.
Dapat Barang Mewah
Semenjak dirinya sering menemani sang bos pergi, Akbar juga sering diberi barang-barang mewah. Bahkan, keahliannya dalam memijat membuat dirinya dikenal oleh orang-orang penting, mulai dari pejabat, pengusaha sukses hingga artis Tanah Air.
"Ya dikasih barang barang mewah, sepatu, iPhone. Dikasih aja kita. Kalau bos kalau ke luar negeri ngasih buat Akbar," ungkapnya.
Advertisement
Bantu Ekonomi Keluarga
Karena kehidupannya kini berbeda 180 derajat dari sebelumnya, Ajudan Pribadi merasa bersyukur karena bisa membantu perekonomian keluarga. Dia kerap menyisihkan uang untuk membantu saudara-saudaranya di Makassar dan membiayai sekolah adik-adiknya.
Tak lupa ia kerap menyisihkan uang untuk sang nenek yang menemaninya saat masih memulung.
"Bantu biaya semuanya, adik adik sekolah atau kakak yang mau melahirkan kita bantu rumah sakit. Sekarang (nenek) umurnya 74. Kalau ke luar negeri pasti dapat (uang) dari bos. Selalu saya selip buat dia (uang dolar)," kata Akbar.
Ditangkap Polisi
Sayangnya, kesuksesan dan nama baik yang dibanggunnya selama ini pun kini terasa sia-sia lantaran dirinya kini diduga sedang terjerat kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1,3 miliar terhadap korban berinisial AL. Kini pelaku sudah ditangkap polisi dan telah diamankan oleh penyidik Polres Jakarta Barat.