Precious Plastik Medan, Komunitas Peduli Sampah Plastik Jadi Bernilai Ekonomis

Salah satu komunitas yang bergerak di bidang pengelolaan sampah daur ulang yaitu Precious Plastik Medan. Komunitas ini tengah mendapat sorotan dari Pemerintah Kota khususnya Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Precious Plastik Medan, Komunitas Peduli Sampah Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Precious Plastik Medan, Komunitas Peduli Sampah Plastik Jadi Bernilai Ekonomis. Instagram/preciousplasticmedan ©2023 Merdeka.com

Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah. Tak ayal jika kita sering menjumpai gerakan-gerakan dari komunitas yang peduli dengan keberadaan sampah di Indonesia.

Salah satu komunitas yang bergerak di bidang pengelolaan sampah daur ulang yaitu Precious Plastik Medan. Komunitas ini tengah mendapat sorotan dari Pemerintah Kota khususnya Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Visi dan Misi Precious Plastik Medan sejalan dengan salah satu program kerja Pemerintah Kota dalam menangani permasalahan sampah di Medan dan sekitarnya. Intip perjalanan komunitas Precious Plastik di Indonesia yang dirangkum dari beberapa sumber.

Komunitas Precious Plastik ternyata lahir dari seorang bernama Dave Hakkens yang membangun sebuah mesin daur ulang sampah plastik bernama Mesin Precious Plastic pada tahun 2012.

Dua tahun setelahnya, teman-teman Dave tertarik untuk membuat ulang mesin daur ulang sampah plastik tersebut. Dave juga yakin, dengan adanya gerakan semacam ini bisa menyadarkan manusia untuk lebih peduli akan daur ulang sampah plastik.

Seiring berjalannya waktu, mesin ini mengalami perkembangan hingga terbentuk empat versi Mesin Precious Plastik. Pada tahun 2020, komunitas ini sudah diperkenalkan ke seluruh dunia, salah satunya negara Indonesia.

Permasalahan sampah plastik menjadi momok bagi setiap negara. Dengan kehadiran sampah plastik ini menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Ditambah lagi dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk daur ulang sampah hingga kepedulian terhadap budaya membuang sampah pada tempatnya, masih rendah.

Melansir dari akun media sosial Instagram @preciousplasticmedan, di Indonesia, kesadaran masyarakat akan daur ulang sampah masih sangat rendah. Setiap tahun, Indonesia menghasilkan 4,8 ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik.

Berangkat dari permasalahan ini, lahirnya gerakan Precious Plastik di Indonesia bahkan sudah sampai ke kota-kota besar seperti Medan.

Dengan kepedulian dan kesadaran yang tinggi terhadap permasalahan daur ulang sampah plastik, komunitas Precious Plastik Medan telah mendaur ulang sampah plastik menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis.

Melansir dari akun sosial media Instagram @preciousplasticmedan, terdapat beberapa produk-produk hasil dari daur ulang sampah plastik yang begitu menarik dan mewah.

Contoh produk yang dipamerkan di akun sosial media di antaranya nomor meja, alas gelas yang diberi nama "Bleu Coaster", dan gantungan kunci. Jika dilihat, kedua produk ini tak seperti bahan daur ulang sampah, tetapi sebaliknya, terkesan mewah dan rapi.

Pada hari Selasa (31/1), pihak Precious Plastik Medan mendatangi kantor Wali Kota Medan di Balai Kota dengan tujuan untuk memperkenalkan proses daur ulang sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Tidak hadir sendiri, komunitas ini juga ada dari Markaz Art Work yang masih berkecimpung di segmen yang sama, masalah sampah.

Co Founder Precious Plastik Medan, M. Rafiq Akbar menjelaskan, maksud kedatangannya ke Balai Kota ini untuk berkolaborasi dengan salah satu program Pemkot Medan dalam penanganan kebersihan. Selain itu, akan memberikan pelatihan kepada masyarakat di kelurahan dan kecamatan terkait pengolahan sampah plastik di rumah masing-masing.

"Jadi kecamatan bukan hanya sekedar mengumpulkan, tetapi juga bisa mendaur ulang sampah. Dengan harapan, sampah plastik di Kota Medan tidak sampai ke Tempat Pembuangan Sampah atau TPA," terang Rafiq dikutip dari situs resmi Pemkot Medan, Rabu (1/2).

Rekomendasi