Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) telah diberitahu oleh Kementerian Kesehatan Argentina bahwa legionella telah dikonfirmasi sebagai penyebab klaster kasus pneumonia yang terkait dengan klinik kesehatan di provinsi tersebut.
Sampai saat ini, total 11 kasus telah diidentifikasi, meliputi empat kematian pada pasien dengan penyakit penyerta. Penyakit paru-paru yang relatif jarang ini umumnya terkait dengan air yang terkontaminasi atau sistem pendingin udara yang tidak bersih.
Menteri Kesehatan Argentina Carla Vizzotti mengatakan kepada wartawan bahwa Legiuner telah diidentifikasi sebagai penyebab utama pneumonia ganda pada keempatnya, yang menderita demam tinggi, nyeri tubuh dan kesulitan bernapas.
Kematian terakhir adalah pada Sabtu pagi seorang pria berusia 48 tahun dengan masalah kesehatan yang mendasarinya. Seorang wanita berusia 70 tahun yang telah menjalani operasi di klinik juga menjadi korban, seperti yang dikutip dari Buenos Aires Times.
Tujuh kasus non-fatal lainnya telah diidentifikasi, semuanya di tempat yang sama dan hampir semuanya melibatkan personel klinik. Berikut gejala wabah pneumonia misterius di Argentina yang menarik untuk disimak:
Advertisement
Gejala Wabah Pneumonia
Gejala, yang pertama kali muncul dalam enam kasus yang terkait dengan fasilitas tersebut, berkembang dari 18 hingga 23 Agustus, kata pejabat kesehatan provinsi. Gejala wabah pneumonia sejauh ini di antaranya sebagai berikut:
- demam
- nyeri otot dan perut
- sesak napas.
Beberapa pasien menderita pneumonia di kedua paru-paru. Wabah ini memiliki dampak yang signifikan pada orang-orang yang berisiko yaitu yang berusia lebih tua dari 50 tahun, perokok, penderita diabetes dan orang-orang dengan immunocompromise atau penyakit pernapasan.
Penyebab Wabah Pneumonia
Legionella, khususnya bakteri L. pneumophila, dikaitkan dengan wabah pneumonia berat. Bentuk penularan yang paling umum adalah menghirup aerosol yang terkontaminasi yang dihasilkan bersama dengan semprotan air, pancaran atau kabut.
Infeksi juga dapat terjadi melalui aspirasi air atau es yang terkontaminasi, terutama pada pasien yang rentan di lingkungan rumah sakit. Perawatan yang bisa dilakukan yaitu pemberian antibiotik selama beberapa minggu atau bulan.
Kementerian Kesehatan Argentina dan otoritas kesehatan provinsi bekerja untuk mengidentifikasi sumbernya dan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang tepat. Mereka mengumpulkan sampel lingkungan, melakukan penilaian risiko, dan menerapkan tindakan di klinik kesehatan terkait wabah.
Advertisement
Mencegah infeksi
Melansir dari laman healthline, terkait dengan penyebaran legionella di New York Mei lalu, ada beberapa tips untuk mencegah infeksi virus ini. “Disinfeksi yang tepat dari sistem air kita adalah kuncinya,” kata Hannah Newman, MPH, direktur epidemiologi di Lenox Hill Hospital di NYC.
Dia menambahkan bahwa program pengelolaan air mengurangi risiko pertumbuhan dan penyebaran Legionella. Selain itu, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan oleh departemen kesehatan untuk mewaspadai risiko Legionella.
Ada strategi sehari-hari yang juga dapat membantu mencegah penyakit Legionnaire. Mandi berendam daripada mandi dengan menggunakan shower akan mengurangi potensi menghirup bakteri.
Hindari menciptakan kabut dengan mengisi wastafel dan bak mandi secara perlahan, dan gunakan air dingin bila memungkinkan.
Newman juga menambahkan strategi lain, termasuk menghindari penggunaan bak mandi air panas, pelembap udara, atau apapun yang berpotensi membuat air menjadi aerosol untuk mengurangi risiko dan menjaga permukaan area mandi sebersih mungkin.
Perangkat uji juga dapat dibeli dan digunakan sebelum mengoperasikan bak mandi air panas [atau] air spa untuk mengidentifikasi dan mencegah penyebaran Legionella.