Bahas Arti Istigfar di Mutiara Hati, Ini Penjelasan Quraish Shihab

Pada salah satu episode Mutiara Hati, Quraish Shihab membahas tentang arti istigfar. Berikut ulasannya dilansir dari YouTube SCTV.

Intan Kumalasari
Oleh Intan Kumalasari - Reporter
Bahas Arti Istigfar di Mutiara Hati, Ini Penjelasan Quraish Shihab
Mutiara Hati. ©2021 Merdeka.com/YouTube Indosiar

Bulan Ramadan identik dengan acara religi. Di bulan Ramadan tahun ini, SCTV menghadirkan tayangan religi bertajuk Mutiara Hati.

Acara ini dipandu oleh Prof. DR. Muhammad Quraish Shihab, MA dan tayang setiap hari di sela-sela waktu subuh, zuhur, dan asar.

Pada salah satu episode Mutiara Hati, Quraish Shihab membahas tentang arti istigfar. Berikut ulasannya dilansir dari YouTube SCTV.

Quraish Shihab menjelaskan arti istigfar dengan begitu jelas. Kata istigfar memiliki dua makna, yakni menutup dan dapat mengobati penyakit.

"Kata istigfar diambil dari kata gofaroh, punya dua makna menutup ia juga digunakan untuk melukiskan pohon yang fungsinya dapat mengobati penyakit," kata Quraish Shihab.

"Kalau kita berkata Allah senang dan meridho apabila kita beristigfar, Allah senang dan ridho kalau kita mengharapkan kiranya Allah menutupi kita mengobati jiwa kita," tambahnya.

Quraish Shihab juga menambahkan jika Allah telah menutupi manusia dari banyak hal. Ada tiga hal yang ditutupi AlLah dari manusia.

"Imam Ghazali menjelaskan Allah menutupi manusia banyak hal yang ditutupinya yang pertama sisi dalam jasmani kita banyak yang kotor di dalam tubuh kita Allah tutupi," ucap Quraish Shihab.

"Allah menutupi bisikan hati kita, alangkah repotnya kehidupan ini kalau orang mengetahui saya membenci si A, Allah menutupi," imbuhnya.

"Yang ketiga Allah menutupi dosa-dosa kita. Ketika Allah menutupi dosa-dosa kita, dosanya masih ada tetapi ditutupi, terlebih kalau dosa itu berkaitan dengan manusia," terang Quraish Shihab.

Manusia memang dipenuhi dengan penyakit jiwa. Hal ini bisa diatasi dengan banyak beristigfar untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

"Jiwa kita penuh aneka hal yang melahirkan penyakit-penyakit jiwa, keraguan, penyakit dengki, penyakit kemunafikan. Maka ketika kita beristigfar kiranya Allah mengobati jiwa itu sehingga keraguan menjadi yakin, kedengkian menjadi ketulusan," terang Quraish Shihab.

"Istigfar dengan lidah dengan bermohon kepada Allah dengan hati dengan menyesali perbuatan. Melaksanakan tuntunan-tuntunan Allah dan menjauhkan dari dosa-dosa. Waktu paling tepat untuk beristigfar adalah 2/3 malam terakhir. Bangun sahurlah setelah itu duduk lah beristigfar dan memohon kiranya Allah memberikan yang terbaik," tutupnya.

Rekomendasi