3 Fakta Meninggalnya Anton Medan, Berjuang Lawan Stroke dan Diabetes

Anton Medan meninggal dunia di kediamannya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada Senin (15/3) sekitar pukul 14.50 WIB.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
3 Fakta Meninggalnya Anton Medan, Berjuang Lawan Stroke dan Diabetes
Anton Medan. ©2020 Merdeka.com

Senin (15/3) mantan narapidana yang sekarang menjadi pendakwah, Ramdhan Effendi alias Anton Medan meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhirdi kediamannya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Baratsekitar pukul 14.50 WIB.

Kabar meninggalnya mantan preman kelas kakap ini disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra dan dibenarkan oleh keponakan Anton Medan, bernama Ibrahim.

"Iya Pak Anton Medan meninggal dunia. Beliau meninggal di rumahnya, di Cibinong“ kata Ipong pada Senin (15/3).

"Benar, saat ini saya sedang menuju ke lokasi. Beliau meninggal di usia 63 tahun," ucap Ibrahim.

Melansir dari Liputan6.com, berikut fakta terkait meninggalnya Anton Medan selengkapnya.

Ipong mengatakan, Anton Medan meninggal dunia karena sakit stroke yang lama dideritanya.

"Iya (Anton Medan) sudah meninggal karena stroke," kata Ipong.

Sebelum meninggal di kediamannya, ternyata Anton Medan sempat dirawat di rumah sakit. Namun, Ia tak menjelaskan kapan pastinya Anton dirawat.

"(Anton Medan) sempat dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Anton Medan rencananya akan dimakamkan di kawasan Kompleks Masjid Jami Tan Kok Liong, Kelurahan Pondok Rakeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (15/3).Namun putra keenam Anton, Delly Viki Ramdani mengatakan, pihak keluarga belum tahu jenazah sang ayah akan dimakamkan jam berapa. "Banyak saudara dari luar kota mau datang, melihat bapak untuk terakhir kali. Yang pasti besok dimakamkan, tapi belum tahu jam berapa," kata Delly pada Senin (15/3).

Lokasi makam yang berada di Masjid Jami Tan Kok Liong ini ternyata sudah disiapkan Anton Medan sejak lama. Wakil Ketua Umum PITI Arta Dharmadi menjelaskan, makam tersebut sudah disiapkan sejak Masjid Jami Tan Kok Liong dibangun, yaitu sekitar awal tahun 2000. "Memang sudah lama (makam) disiapkan. Beliau memang punya sakit gula. Sempat dirawat di RS EMC Sentul, tapi sebentar dan sudah lama. Tapi beliau meninggal di sini (rumah). Belum tahu jam berapa dimakamkan, karena banyak yang mau datang lagi," sebutnya.

Rekomendasi