Bisa Lihat Pedagang Turun dari Kapal, Intip Keunikan Pasar Onan Balige di Danau Toba

Pasar Onan Balige yang berada di pusat Kota Balige, Sumatra Utara, menyimpan banyak daya tarik bagi wisatawan. Pasar tradisional yang terletak di tepi Danau Toba ini menjadi salah satu destinasi favorit yang sayang untuk dilewatkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bisa Lihat Pedagang Turun dari Kapal, Intip Keunikan Pasar Onan Balige di Danau Toba
Bisa Lihat Pedagang Turun dari Kapal, Intip Keunikan Pasar Onan Balige di Danau Toba. travelingmedan.com ©2021 Merdeka.com

Sebagai salah satu daerah yang jadi tujuan wisata favorit di Indonesia, Sumatra Utara (Sumut) menyimpan banyak pesona yang siap menyambut wisatawan. Salah satu yang menjadi daya tarik di Tanah Batak ini adalah nuansa budaya dan tradisinya yang kental.

Pasar tradisional menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak didatangi wisatawan saat berkunjung ke daerah ini. Pasalnya, Sumut memiliki banyak pasar tradisional yang menarik untuk disambangi, salah satunya Pasar Onan Balige.

Pasar ini berada tepat di pusat Kota Balige, di tepi Danau Toba. Pasar tradisional ini punya banyak keunikan dan merupakan salah satu ikon kota yang jadi tujuan wisata favorit wisatawan.

Penasaran seperti apa saja keunikan Pasar Onan di Balige ini? Simak ulasannya berikut ini.

Melansir dari catatantraveler, keunikan yang mencolok dari Pasar Onan Balige ini adalah bangunannya. Dari jauh, kemegahan bangunan pasar tradisional ini sangat mudah terlihat.

Pasar Onan Balige berbentuk sopo atau rumah adat Batak yang dihiasi seni ukiran Batak yang disebut seni artistik Gorga. Di pasar ini ada enam buah rumah adat yang disebut Balerong, berderetan di pinggir jalan.

Di atap bangunan pasar, akan jelas terlihat ukiran gorga, dengan tiga warna khas: hitam, merah, dan putih. Konon, pembangunannya dikerjakan arsitek yang berbeda dengan proses pengerjaan manual sehingga ukiran-ukirannya sangat khas.

Melansir dari travelingmedan, meski pasar ini kental dengan budaya Batak, tapi ternyata pasar tradisional ini dibangun oleh kolonial Belanda. Pasar ini sudah ada sejak tahun 1936. Setelah selesai dibangun, dulunya pasar ini dijadikan oleh kolonial Belanda sebagai Balairung tempat hiburan, panggung rakyat, sekaligus ruang pertemuan terbuka. Kesenian lokal dan teater opera dulu sering kali ditampilkan di tempat ini.Namun semenjak masa kolonial Belanda berakhir, tempat ini mulai beralih fungsi dan kini disulap menjadi pasar.

Pasar Onan Balige ini punya hari besar yang disebut Hari Pekan, yakni Hari Jumat. Melansir dari ANTARA, setiap Hari Jumat, setidaknya ada tiga ribu pedagang menggelar lapaknya di pasar ini dengan berbagai macam dagangan. Mulai kebutuhan sembako hingga berbagai peralatan elektronik lainnya.Sementara pada saat hari biasa, sejumlah kios yang dibangun di dalam balerong hanya diisi sekitar 500 pedagang. Pasar ini juga merupakan salah satu pusat penjualan Ulos Batak sebagai oleh-oleh khas bagi wisatawan.

Keunikan lainnya, jika berkunjung sekitar jam tujuh pagi, wisatawan akan berkesempatan untuk memotret para pedagang yang berasal dari Pulau Samosir. Tak hanya itu, wisatawan bisa melihat para pedagang yang hendak turun dari kapal khas yang terbuat dari kayu. Ini bisa menjadi pengalaman unik, karena berkesempatan melihat para pedagang menurunkan kerbau dan bahan dagangan lainnya kapal.

Rekomendasi