Para penggemar film Ada Apa Dengan Cinta atau AADC tentu kenal dengan sosok Adinia Wirasti. Sosok Karmen dalam film besutan Rudi Soedjarwo ini cukup menarik perhatian. Dikonstruksi sebagai perempuan tomboi, Adinia terlihat begitu menguasai perannya.
Tak hanya sukses di film AADC, Adinia juga berhasil membuat perasaan penonton Critical Eleven teraduk-aduk. Aktingnya bersama Reza Rahadia terlihat begitu tulus dan menjiwai. Tak heran jika Adinia disebut sebagai salah satu aktris berkualitas yang dimiliki oleh Indonesia.
Kiprah seorang Adinia di dunia perfilman sudah tak perlu diragukan lagi. Berbagai judul film telah dilakoninya dengan sungguh-sungguh. Terbaru, Adinia diketahui juga terlibat dalam pembuatan film Nougat.
Melansir dari Brilio, Adinia sedikit memberikan curhatan tentang tokoh yang diperankannya dalam film Nougat. Dalam film terbarunya ini Adinia dipercaya sebagai tokoh Ajeng.
Advertisement
Berbicara tentang Koneksi dan Diri Sendiri
Terjadinya pandemi corona di seluruh dunia membuat banyak orang harus menerapkan isolasi mandiri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri dari virus yang terus bermutasi.
Penuturan Adinia soal film Nougat seolah menjelaskan jika film ini juga terinspirasi oleh keadaan masa kini. Sosok Ajeng yang diperankan Adinia dituntut untuk mampu melakukan pencarian keseimbangan antara koneksi dan diri sendiri.
"Jadi ceritanya tentang isolation, loneliness. Bagaimana caranya si Ajeng ini finding the balance untuk tetap punya koneksi, tapi tidak melupakan dirinya," tutur Adinia.
Advertisement
Sosok Ajeng sebagai Penghubung Saudaranya
Memiliki peranan yang cukup penting, sosok Ajeng dalam film Nougat berdiri sebagai penghubungan antar saudaranya. Kecanggihan teknologi masa kini harus bisa dikuasainya. Meski film Nougat berdurasi pendek, Adinia mengaki jika makna film ini begitu luas.
"Film ini pendek tapi bukan berarti dunia yang diperlihatkan ini nggak luas. Buat aku pribadi bagaimana si Ajeng ini, si anak tengah dari tiga bersaudara, menjadi jembatan perjalanan mereka, and they are taking technology for granted," imbuhnya.