Nekat Jelajahi Indonesia, Pria Ini Kayuh Sepeda Tanpa Sepeser Uang

Pemandangan alam yang indah dan asri yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air membuat seorang pria asal Kabupaten Lahat Sumatera Selatan rela berangkat dari kampung halamannya untuk berkeliling nusantara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nekat Jelajahi Indonesia, Pria Ini Kayuh Sepeda Tanpa Sepeser Uang
Nekat Jelajahi Indonesia, Pria Ini Kayuh Sepeda Tanpa Sepeser Uang. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang begitu luar biasa. Pemandangan alam yang indah dan asri yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air membuat seorang pria asal Kabupaten Lahat Sumatera Selatan rela berangkat dari kampung halamannya untuk berkeliling nusantara.

Pria bernama Muhammad Prabu Siliwangi (30) ini memang begitu terpesona dan ingin menikmati bentangan indah panorama alam Indonesia dengan caranya sendiri.

Sili, sapaan akrabnya akhirnya memilih mengayuh sepedanya untuk menelusuri setiap sudut pulau di Indonesia. Ia bahkan sudah mengelilingi beberapa daerah di Indonesia menggunakan sepedanya di awal 2018 lalu. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, Sili membagikan kisahnya berkeliling daerah.

Sili pertama kali menjajal menjelajah Indonesia menggunakan sepedanya pada 1 Januari 2018 lalu. Selama perjalanan mengayuh sepedanya, Sili berhasil menapaki beberapa daerah di Indonesia.

“Perjalanan pertama dari Kabupaten Lahat menuju ke Lampung, lalu meneruskan ke Pulau Jawa, Bali , Lombok, Sumbawa, Flores, Irian, Sulawesi dan Kalimantan,” ucapnya, yang kembali mengayuh sepedanya menjelajah Indonesia untuk kedua kalinya, Selasa (5/5).

Meskipun penuh dengan rintangan, Sili bisa bertahan selama perjalanannya tersebut. Bahkan, Ia mengayuh sepeda kesayangannya ke berbagai daerah di Indonesia selama 1 tahun. Pada 31 Desember 2018, Ia akhirnya berhasil sampai di Kabupaten Lahat Sumsel.

Berkelana satu tahun menjelajah Indonesia rupanya tidak membuat Sili kapok. Ia justru ketagihan untuk kembali melanjutkan cita-citanya berkeliling nusantara. Akhirnya, Ia kembali melakukan perjalanan lintas provinsi, pada 11 Mei 2019 lalu.Berangkat dari Kabupaten Lahat, Sili akhirnya mengayuh sepedanya menuju Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan menjelajahi seluruh provinsi di pulau Sumatera. Di setiap provinsi di Pulau Sumatera, Ia habiskan waktu selama satu bulan untuk menikmati keindahan alam dan objek wisata religi di masing-masing daerah.“Saya sudah mengelilingi Pulau Sumatera selama satu tahun ini. Sekarang saya kembali lagi melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Jawa, melewati Jalan Lintas Barat Sumatera,” katanya.

Namun, karena merebaknya wabah Corona COVID-19, Ia pun membatasi perjalanannya di Pulau Jawa. Rencananya, Sili hanya akan mengayuh sepedanya hingga ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur (Jatim).“Sampai di Banyuwangi saja, karena takut terpapar Covid-19 kalau sampai ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Sekalian saya juga mengunjungi saudara di sana,” katanya.

Untuk perjalanan pulang nantinya, Sili memilih perjalanan laut dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Pangkal Balam di Bangka Belitung. Dari Bangka Belitung, Ia akan menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) Banyuasin dan kembali lagi ke kampung halamannya.Ia juga mengatakan bahwa ada rasa kepuasan tersendiri baginya saat bisa kembali ke kampung halaman setelah berkeliling Indonesia."Kalau sudah mengelilingi Indonesia, rasanya puas sekali. Ini pengalaman hidup saya dan mewujudkan cita-cita saya sedari kecil untuk keliling Indonesia," ujarnya.

Uniknya, dalam setiap perjalanannya Sili tidak pernah membawa uang sepeser pun. Bekal yang Ia bawa hanya beberapa potong pakaian, tenda tiup, tikar, selimut, makanan dan minuman seadanya.Dalam perjalanannya ke Pulau Jawa, Sili hanya membawa 6 pasang pakaian, selimut, alas tidur dan tenda lipat. Perbekalan seadanya ini, dikaitkannya di jok besi belakang sepedanya. Kendati tidak membawa uang sepeser pun, Ia sudah biasa mendapatkan bantuan dari warga yang dijumpainya selama perjalanan.“Saya sering diberi makan, minum, uang, masker dan sarung tangan untuk mencegah COVID-19. Dari situ saya bertahan hidup selama perjalanan,” katanya.

Tidak hanya sukacita yang Ia rasakan selama perjalanan, berbagai kendala pun kerap dialaminya. Seperti kelaparan hingga ban sepedanya yang bocor.Bahkan dalam perjalanan sebelumnya, Sili pernah tidak makan selama satu minggu. Di tengah perjalanan, tubuhnya pun tak kuat lagi mengayuh pedal sepedanya.Warga yang melihatnya sudah lunglai, akhirnya memberikan bantuan berupa uang untuk membeli makanan dan minuman. Pernah juga dia mengalami ban sepedanya bocor, sehingga Sili tidak bisa melanjutkan perjalanannya.“Banyak sekali orang baik di jalan, apalagi saat ban sepeda saya bocor, ada bantuan dari pemilik bengkel yang memperbaiki ban sepeda saya,” ucapnya.

Selama berkeliling Indonesia, biasanya Sili memasang tenda tiupnya di halaman masjid, mushola, SPBU dan kantor polisi untuk tidur. Tak jarang, Sili nekat membangun tendanya tanpa meminta izin oleh pengurus daerah tersebut."Kadang saya minta izin, kadang tidak. Tapi selama ini semuanya berjalan lancar, dan ini yang membuat saya terus ketagihan menjelajahi nusantara,” ujarnya.Selama bulan Ramadan ini, Sili terpaksa tidak menunaikan ibadah puasa. Karena tenaganya akan terkuras penuh, jika dia tidak mengonsumsi apa pun selama perjalanan.

Rekomendasi