Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Umat Katolik di Pedalaman Papua Rayakan Misa Minggu Palma Lewat Radio, Ini Alasannya

Umat Katolik di Pedalaman Papua Rayakan Misa Minggu Palma Lewat Radio, Ini Alasannya Vanessa Angel. Instagram @vanessaangelofficial ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Minggu (5/40 menjadi hari yang berbeda bagi umat Katolik di pedalaman Papua. Mereka merayakan misa Minggu Palma melalui siaran on air radio.

Baca juga alkitab online di Merdeka.com.

Sesuai namanya, Minggu Palma selalu jatuh pada hari Minggu. Perayaan misa ini merupakan pembuka pekan suci jelang hari raya Paskah. Minggu Palma biasanya dirayakan dengan ruangan gereja yang dipenuhi ornamen daun palem. Berdasarkan liturgi Minggu Palma, umat membawa daun palem yang akan diberkati di gereja nantinya.

Minggu Palma di Hepuba

Awalnya, Pastor Paroki Kristus Penebus Hepuba Wamena, Johanes Jonga, Pr menyebutkan akan melaksanakan perayaan Minggu Palma seperti biasa di gereja. Hal ini dikarenakan perlintasan manusia di Hepuba minim dari masuknya orang luar.

Hepuba terletak di daerah pinggiran di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Perlu waktu satu jam perjalanan darat dari Wamena menggunakan roda dua atau empat agar bisa menuju Hepuba.

Dilansir liputan6.com hari Sabtu (4/4), Pastor Jonga mengungkapkan bahwa walaupun dipastikan tidak ada warga dari luar Hepuba, ia tetap mencemaskan jamaahnya terhadap COVID-19 karena perayaan misa akan dihadiri banyak orang.

Atas dasar itulah, pastor Jonga memutuskan untuk misa Minggu Plama lewat siaran radio yang akan dipancarkan dari Wamena.

Minggu Palma di Asmat

Minggu Palma yang sama juga dilakukan Keuskupan Agats di Asmat. Mereka menggelar misa Minggu Palma on air lewat siaran raido FU FM 99,2 MHZ. Misa on air ini dipimpin oleh Mgr Aloysius Murwito, Uskup Agats-Asmat.

Uskup Jayapura, Mgr Leo L. Ladjar OFM sebelumnya juga mengeluarkan surat edaran bernomor 75 tanggal 19 Maret 2020. Surat edaran tersebut terkait ditiadakannya misa hari Minggu dan Ibadat Sabda bersama umat di gereja. Uskup Jayapura menyebutkan situasi semakin kritis dan menuntut tindakan yang lebih tegas terkait COVID-19.

Alasan pemilihan jaringan frekuensi radio sebagai media untuk menggelar misa karena mengantisipasi jemaat yang kekurangan akses internet.

(mdk/dim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP