Mengunjungi Pantai Unik di Aceh Barat, Pengunjung Perempuan Wajib Pakai Jilbab
Merdeka.com - Provinsi Aceh begitu kental dengan adat istiadat yang ada di lapisan masyarakat, yaitu menjalankan syariat-syariat Islam. Seperti di salah satu objek wisata yang menegakkan adat tersebut, yaitu Pantai Jilbab.
Pantai Jilbab terletak di Desa Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya ini meskipun namanya terkesan unik, namun pemandangan yang disuguhkan pun tidak kalah indahnya dengan pantai lainnya yang ada di Aceh.
Daya tarik yang disajikan di Pantai Jilbab ini pastinya tidak lepas dari unsur Islami, yaitu setiap pengunjung yang datang ke pantai tersebut harus berbusana Islami dan khusus perempuan wajib menggunakan jilbab.
Pantai ini biasanya banyak dikunjungi wisatawan lokal pada hari-hari besar Islam, seperti saat Idulfitri bahkan Iduladha. Penasaran dengan pantai unik yang satu ini? simak ulasannya berikut ini.
Sejarah Pantai Jilbab
Mengutip dari ANTARA, pantai ini memiliki cerita di balik penamaannya yang unik itu tepatnya pada 1998 saat Aceh masih dilanda konflik. Awalnya, nama pantai tersebut adalah Pantai Susoh, sama dengan nama kecamatannya.
Akibat daerah Susoh dilanda konflik, sebagian besar masyarakat Aceh Barat Daya melakukan 'razia' jilbab bagi para pengunjung di pantai tersebut. Karena terbiasa, akhirnya seiring berjalan waktu nama pantai itu berubah nama menjadi Pantai Jilbab hingga sekarang.
Konon berdasarkan dari aspirasi masyarakat setempat, saat diterbitkannya Qanun atau Perda terkait Syariat Islam, mereka meminta agar nama pantai tersebut diubah menjadi Pantai Jilbab agar sesuai dengan syariat Islam.
Ada Masjid Tua

©2019 Merdeka.com/Free Images
Terlepas dari konflik dan terbitnya Perda Syariat Islam, penamaan Pantai Jilbab rupanya tidak lekang dari adanya situs agama Islam yang berada di kawasan objek wisata tersebut.
Terdapat sebuah bangunan masjid tua yang masih berdiri tepat di pinggir pantai. Di belakang masjid itu terdapat sebuah makam ulama bernama Teuku Labaidin atau biasa disapa dengan Abu Labai.
Bagi masyarakat lokal, makam tersebut dianggap keramat. Konon ketika Teuku Labaidin masih hidup, dia tinggal di pantai tersebut untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Maka dari itu, penamaan pantai juga beriringan dengan adanya makam ulama tadi.
Panorama Indah
Pantai yang sarat akan syariat Islam itu juga memiliki keindahan alam yang begitu luar biasa. Bagaimana tidak, pengunjung akan disuguhkan dengan tingginya pohon yang melambai dan deburan ombak Samudera Hindia yang sangat cocok untuk surfing.
Di kawasan Pantai Jilbab juga terdapat pulau kecil berpadu dengan terumbu karang dangkal yang terletak sejauh 1 kilometer dari lokasi. Adanya pulau tersebut semakin menambah keindahan dan pastinya memanjakan mata para pengunjungnya.
Pengunjung juga bisa mampir di pulau kecil tersebut, terdapat wisata alam bawah laut yang luar biasa indah, dengan aneka ragam ikan hias. Di sini pengunjung bisa menikmatinya sembari menyelam atau diving.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya