Pakai Motor Bekas Perang, Ini 5 Fakta Menarik Becak Siantar yang Melegenda
Merdeka.com - Bagi sebagian orang, becak motor dianggap sebagai salah satu ikon yang melekat pada Kota Medan. Namun, ternyata di Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara, juga punya moda transportasi khas unik yang mirip dengan becak motor yang ada di Kota Medan, yaitu becak siantar.
Becak siantar ini sangat terkenal dan memiliki cerita sejarah yang mendalam bagi warga Kota Pematang Siantar. Pasalnya, motor yang digunakan pada transportasi ini merupakan motor peninggalan Belanda pada zaman Perang Dunia II.
Uniknya lagi, sepeda motor yang digunakan adalah motor merek Birmingham Small Arm (BSA). Motor besar tua bermesin 350 cc hingga 500 cc yang sangat langka di dunia.
Berikut fakta-fakta menarik tentang becak yang menjadi ciri khas Kota Pematang Siantar ini.
Mesin Rongsok yang Tidak Terpakai

Sumber: tobasatu.com ©2020 Merdeka.com
Dilansir dari Liputan6.com, pada tahun 1950-an, banyak motor BSA yang tak terpakai dan terbengkalai begitu saja di sudut-sudut Kota Pematang Siantar. Warga sekitar kemudian memanfaatkannya sebagai mesin penarik becak.
Awalnya, hanya ada sekitar 20 hingga 30 orang penarik becak ini. Bberapa di antaranya adalah veteran pejuang kemerdekaan.
Mulai saat itulah motor ini menjadi moda transportasi khas yang diubah menjadi becak motor. Jumlahnya kira-kira mencapai 400 unit.
Kendaraan Perang Dunia II

Sumber: becaksiantar.com ©2020 Merdeka.com
Rata-rata usia BSA yang dipakai mencapai 60 tahunan. Awalnya, motor ini dibuat untuk kendaraan perang. Terutama untuk keperluan militer Inggris dan tentara sekutu melawan Jerman dalam masa Perang Dunia II.
Dibawa dan Ditinggalkan Langsung oleh Belanda

Sumber: becaksiantar.com ©2020 Merdeka.com
BSA sendiri masuk ke Indonesia pada masa revolusi fisik, yaitu setelah kemerdekaan hingga 1949. BSA menyebar ke setiap daerah bekas jajahan belanda, termasuk Siantar. Motor ini dibawa langsung oleh pemerintah Belanda untuk pasukannya.Namun, saat tentara sekutu pulang karena perjanjian damai, mereka tak membawa kendaraannya itu. BSA pun ditinggalkan begitu saja sampai kemudian orang lokal melihat potensi dari timbunan rongsokan itu.
Rata-rata Pengendaranya Orang Jawa

Sumber: liputan6.com ©2020 Merdeka.com
Dilansir dari indonesiakaya, meski beroperasinya di Sumatra Utara, namun ternyata pengemudi becak motor ini rata-rata orang Jawa. Keberadaan becak motor ini sekarang sudah dilestarikan. Salah satunya ada yang terpampang di Museum T.B Silalahi Center di Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Motornya sendiri tidak diizinkan untuk keluar dari wilayah Kota Pematang Siantar.
Dijadikan Tugu Ikon Kota Pematang Siantar

Sumber: medanreview.com ©2020 Merdeka.com
Saking terkenal dan uniknya becak motor ini, dibuatlah sebuah tugu dengan ikon becak siantar yang telah diresmikan pada tahun 2016 lalu. Tugu tersebut dijuluki dengan Tugu Becak Siantar. Hal ini menjadi bukti bahwa keberadaan transportasi khas kota tersebut akan selalu melekat bagi Kota Pematang Siantar sekaligus di hati warganya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya