Mental Spiritual adalah Bimbingan yang Mengarah pada Aspek Agama, Ini Penjelasannya
Merdeka.com - Mental spiritual adalah suatu pembinaan, bimbingan, arahan, dan bantuan yang mengajak individu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mental spiritual didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan keadaan jiwa seseorang yang mencerminkan suatu sikap, perbuatan, atau tingkah laku yang selaras dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang dianutnya.
Pembinaan mental spiritual adalah usaha untuk memperbaiki dan memperbarui suatu tindakan atau tingkah laku seseorang melalui bimbingan mental atau jiwanya, sehingga orang tersebut memiliki kepribadian yang sehat, akhlak yang terpuji, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupannya.
Bimbingan mental spiritual biasanya diberikan secara terarah, kontinyu dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab sucinya.
Berikut penjelasan selengkapnya mengenai mental spiritual yang menarik untuk diketahui.
Pengertian Mental Spiritual
Bimbingan mental spiritual adalah usaha untuk memperbaiki dan memperbarui suatu tindakan atau tingkah laku seseorang melalui bimbingan mental/jiwa sehingga memiliki pribadi yang sehat, akhlak yang terpuji dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupannya, mengutip dari publikasi radenintan.ac.id.
Mental spiritual perlu didapatkan oleh setiap individu karena adalah kebutuhan dari setiap insan manusia untuk mencapai ketenangan jiwa dalam kehidupannya. Mental spiritual terdiri dari dua kata, yang masing-masing memiliki arti tersendiri.
Mental, menurut buku Bimbingan Konseling (Kesehatan Mental di Sekolah) karya Dede Rahmat Hidayat, adalah kepribadian yang merupakan kebulatan dinamik yang dimiliki seseorang yang tercerminkan dalam sikap dan perbuatan atau terlihat dari psikomotornya.
Dalam ilmu psikiatri dan psikoterapi, kata mental sering digunakan sebagai kata ganti dari kata “personaliy” (kepribadian) yang berarti bahwa mental adalah semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap, dan perasaan yang dalam keseluruhan dan kebulatannya akan menentukan corak laku, cara menghadapi hal yang menekan perasaan, mengecewakan atau menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya.
Sementara, spiritual berasal dari kata spirit yang berarti kekuatan, tenaga, semangat, vitalitas, energy, moral, atau motivasi. Sedangakan spiritual berkaitan dengan roh, semangat atau jiwa, religious yang berhubungan dengan agama, keimanan, kesalehan, menyangkut nilai-nilai yang transendetal (suatu yang melampaui pemahaman biasa), bersifat mental sebagai lawan dari material, fisikal atau jasmaniah, dikutip dari buku Paradigma Islam Interpretasi unutk Aksi oleh Kuntowijoyo.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian mental spiritual adalah suatu yang berhubungan dengan keadaaan mental spiritual atau jiwa seseorang yang mencerminkan suatu sikap, perbuatan atau tingkah laku yang selaras dan sesuai dengan ajaran agamanya.
Pembinaan Mental Spiritual dalam Islam
Kehidupan spiritual sangat penting kaitannya dengan kesehatan mental. Karena dengan spiritual menghindarkan seseorang dari stressor dan membuat pikiran seseorang yang mengalami stress masih dapat berpikir rasional dan mengingat Tuhan.
Pembinaan mental spiritual adalah salah satu cara untuk membentuk akhlak manusia agar memiliki pribadi yang bermoral, berbudi pekerti luhur dan bersusila, sehingga dapat terhindar dari sifat tercela sebagai langkah penanggulangan terhadap timbulnya tindak pidana.
Pembinaan mental spiritual juga merupakan tumpuan pertama dalam ajaran Islam. Karena dari mental/ jiwa yang baik akan lahir perbuatan-perbuatan yang baik pula, yang kemudian akan menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada kehidupan manusia, baik lahir maupun batin.
Karena pembinaan mental spiritual merupakan salah satu bentuk dakwah, maka dasarnya adalah al-Qur’an dan hadits. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt dalam surat Ali Imron ayat 104 yang berbunyi:
"Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."
Dalam hadits nabi juga terdapat dasar pelaksanaan pembinaan mental spiritual, yaitu:
“Rasulullah saw bersabda: “barang siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim: 42).
Hadits di atas mengandung pengertian bahwa merupakan suatu kewajiban bagi sesama muslim untuk memberikan pembinaan, bimbingan atau pengajaran tentang ajaran Islam kepada semua umat.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya